Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2023 | 06.02 WIB

Sekjen Kemendes: Model Demplot dinilai efektif diterapkan dalam Program TEKAD

Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Taufik Madjid menyampaikan bahwa Model Demplot merupakan salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kapasitas warga desa dalam mengembangkan usaha ekonomi. - Image

Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Taufik Madjid menyampaikan bahwa Model Demplot merupakan salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kapasitas warga desa dalam mengembangkan usaha ekonomi.

JawaPos.com - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menilai Model Demonstrasi Plot (Demplot) efektif diterapkan dalam pelaksanaan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).

Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Taufik Madjid menyampaikan bahwa Model Demplot merupakan salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kapasitas warga desa dalam mengembangkan usaha ekonomi.

"Model Demplot dalam program ini menekankan pertukaran pengalaman, penyebarluasan informasi, dan penerapan teknologi baru melibatkan produsen dan rumah tangga," katanya di Jakarta, Jumat, (8/12).

Taufik menjelaskan, Model Demplot dirancang untuk mendorong adopsi teknologi baru yang telah terbukti andal dan kemudian menyebarkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Penerapan Model Demplot, menurut dia, memungkinkan warga desa untuk mengadopsi praktik baru dalam berusaha, meningkatkan hasil produksi, dan meningkatkan pendapatan.

Oleh karena itu, ia mengatakan, sepuluh rumah tangga penerima manfaat Program TEKAD di setiap desa akan dipilih sebagai pelaksana Model Demplot melalui musyawarah desa.

Penerapan pendekatan partisipatif dalam pelaksanaan program diharapkan dapat menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab lebih tinggi dalam menerapkan teknologi baru dan praktik usaha yang diperkenalkan.

Taufik mengatakan bahwa Program TEKAD menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga di Indonesia Timur.

Menurut dia, program itu tidak hanya mendukung pengembangan ekonomi warga tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunitas yang kuat, berdaya saing, dan berorientasi pada inovasi.

"Program ini tidak hanya menyediakan pengetahuan, tetapi juga membangun jaringan pemasaran dan kolaborasi yang mendukung perkembangan ekonomi di tingkat desa," katanya.

"Kesuksesan TEKAD akan menjadi cermin keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menciptakan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama," ujar Taufik.

Dalam pelaksanaan Program TEKAD tahun 2023, Model Demplot dijalankan oleh 352 kelompok penerima bantuan yang tersebar di sembilan provinsi sasaran, yaitu Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore