Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Juli 2021 | 17.35 WIB

Pandemi Covid-19 Ujian Berat, Gus Jazil Ajak Umat Islam Berikhtiar

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menghadiri Silaturahim Alim Ulama dan Temu Tokoh Kebangsaan di Pondok Pesantren Raudhatut Tullab, Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (26/9). Istimewa - Image

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menghadiri Silaturahim Alim Ulama dan Temu Tokoh Kebangsaan di Pondok Pesantren Raudhatut Tullab, Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (26/9). Istimewa

JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengatakan pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari setahun melanda Indonesia dan dunia menjadi ujian yang sangat berat dari Allah SWT. Karena itu, Gus Jazil - sapaan akrab Jazilul Fawaid, menuturkan selain ikhtiar lahir, hal yang lebih penting adalah ikhtiar dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Semua menghadapi ujian yang sama, semua harus mendekat kepada Allah SWT. Semua harus berdoa tanpa kecuali, termasuk anggota DPR, Presiden. Anggota DPR pun sudah lebih dari 5 orang yang meninggal dunia. Tidak ada satupun yang mampu melampaui itu kecuali dengan izin Allah SWT," ujar Gus Jazil.

Dikatakan Gus Jazil, dalam kondisi sekarang ini, semua orang mengeluh mengalami kesulitan. Termasuk para guru diniyah, artis, khatib atau penceramah, pedagang, guru, PNS, termasuk tenaga medis.

"Dokter juga mengalami kesulitan, semua termasuk juga yang ada korelasinya dengan FKDT, lebih dari 600 ulama meninggalkan kita. Tentu ini bencana keilmuan," katanya.

Wakil Ketua MPR ini mengatakan, pandemi Covid-19 adalah bagian dari penampakan sifat Allah. Karena itu, ketika mendapatkan musibah seperti saat ini, selain terus melakukan ikhtiar, hal yang juga harus dikedepankan adalah bersabar dalam menghadapi keadaan yang sulit ini.

"Kita sedang dalam keadaan krisis. Pengangguran meningkat, ekonomi menurun. Mudah-mudahan kita lolos dari kesulitan. Pendekatan yang dipakai pendekatan kesehatan dengan memenuhi fasilitas-fasilitas kesehatan. Kedua pendekatan ekonomi. Tapi keduanya belum sampai ada hasilnya. Ketiga yang lebih adalah pendekatan keagamaan karena kita adalah bangsa yang berketuhanan. Kita ini hamba Allah maka perilaku kita harus sesuai dengan citra Allah. Hendaklah kita berakhlaq dengan akhlaq Allah SWT," tuturnya.

Gus Jazil mengaku sangat bersedih karena setiap hari selalu mendapatkan kabar duka. Namun, cobaan tersebut harus dihadapi dengan sabar.

"Tiap hari kita dengar nama-nama teman kita, para tokoh, setiap hari hampir mengucapkan ‘innalillahi wainnailaihi rojiun’. Mudah-mudahan teman-teman semua terhindar dari bencana ini, diberikan kesehatan. Kita hadapi ini dengan penuh kesabaran dan keimanan sebagai orang yang betul-betul mengaku sebagai hamba Allah yang mengamalkan Asmaul Husna yang harus menempel di hati kita," ungkapnya.

Tidak lupa Gus Jazil meminta kepada masyarakat menerapkan protokol kesehatan 5M secara ketat seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore