
Lomba Karya Jurnalistik Lingkungan PPLI 2021
JawaPos.com - Kerusakan bumi semakin hari semakin memprihatikan. Efek rumah kaca menimbulkan kerusakan lapisan ozon yang melindungi bumi dari paparan matahari langsung dan benda-benda langit lainnya.
Berbagai peristiwa di muka bumi pun telah berkontribusi membuat kerusakan ekosistem lingkungan. Di antaranya adalah aktivitas industri, salah satu yang paling merusak lingkungan adalah dari limbah yang dihasilkannya.
Biasanya limbah industri berbahaya bukan saja bagi manusia, tapi juga bagi hewan dan tumbuhan termasuk ekosistem alam yang menunjang kehidupan mereka apabila tidak dikelola dan diolah dengan benar.
Limbah industri ini dikenal dengan sebutan Limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya). Lalu dibuang kemana limbah-limbah ini agar tak merusak alam? Mungkinkah dimusnahkan? Atau bisakah kita olah hingga aman bagi lingkungan?
Banyak masyarakat belum paham akan hal ini. Bahkan, sebagian masyarakat ikut menyumbang merusak alam dengan membuang limbah B3 sembarangan seperti baterai, aki atau bohlam lampu.
"Publik dan dunia usaha butuh diedukasi tentang bahayanya limbah B3 dan wajib tahu bagaimana memperlakukan limbah tersebut, agar aman bagi lingkungan" jelas Manager Humas PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Arum Pusposari dalam siaran pers, Rabu (12/5).
Untuk itu, PPLI mengajak insan pers untuk ikut serta mengedukasi publik tentang pengelolaan limbah B3 tersebut. "Salah satunya dengan cara mengelar Lomba Karya Jurnalistik Lingkungan PPLI 2021 yang mulai dilaksanakan tanggal 1 Mei hingga 1 Juni 2021," ungkapnya.
Insan pers yang berminat mengikuti Lomba Karya Jurnalistik Lingkungan PPLI 2021 bisa mendapatkan informasi lebih lengkap melalui tautan ini: https://ppli.co.id/2021/04/30/loyalis-lomba-karya-jurnalistik-lingkungan-ppli-2021/
Melalui momentum lomba ini, masyarakat akan banyak mendapatkan informasi yang benar dan baik soal limbah B3 dan bagaimana proses penanganannya sesuai aturan.
Dengan mengusung tema "Menjaga Nusantara Melalui Penanganan Limbah Industri Bahan Beracun dan Berbahaya Secara Terintegrasi", Arum mengharapkan selaras dengan semangat untuk melindungi alam Indonesia yang notabene memiliki keragaman hayati luar biasa.
Indonesia, terang Arum memiliki sekitar 8.000 spesies tumbuhan dan 2.215 spesies hewan yang sudah teridentifikasi. Spesies hewan terdiri dari 515 mamalia, 60 reptil, 1.519 burung, dan 121 kupu-kupu. Besarnya keanekaragaman hayati Indonesia, terkait erat dengan kondisi iklim dan kondisi fisik daerahnya.
"Tugas kita semua untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka. Jika alam rusak oleh limbah, maka keragaman hayati di Indonesia tinggal menjadi dongeng pengantar tidur," imbuhnya.
Bulan Mei ini, ungkap Arum merupakan bulan Keragaman Hayati Internasional. "Tanggal 22 Mei itu hari Keragaman Hayati. Karenanya kita mengingatkan dan mengajak semua pihak ikut peduli menjaganya untuk masa depan anak cucu kita," tutup Arum.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
