Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 November 2018 | 05.49 WIB

Pengemudi Nilai Skema Insentif Gojek Jauh Lebih Baik

Helm driver Gojek - Image

Helm driver Gojek

JawaPos.com - Mitra pengemudi Grab Bike menganggap pendapatan dan skema insentif di Gojek jauh lebih baik. Anggapan ini terkait kebijakan terbaru di Grab, khususnya soal skema insentif yang kini menggunakan sistem berlian.


Mereka menganggap perlakuan perusahaan penyedia jasa transportasi online berbasis aplikasi asal Malaysia ini terhadap mitra pengemudi layaknya kerja rodi.


"Dulu, buat mitra masih lumayan nguntungin lah. Tapi sekarang, lama kelamaan malah lebih banyak nguntungin Grab-nya. Ini sih sama saja kaya kerja rodi," ujar mitra pengemudi Grab Bike, Andriyana (34), di Jakarta, Minggu (25/11).


Dalam sehari, mitra pengemudi harus mengumpulkan 350 berlian agar bisa mendapatkan bonus Rp 200 ribu. Pada jam normal, perolehan berlian untuk satu kali perjalanan adalah 8, dan 13 berlian pada jam sibuk.


"Jadi, kalau mau dapat 350 berlian, sehari harus bisa lebih dari 25 trip," katanya.


Di Gojek, mitra pengemudi bisa mendapatkan bonus Rp 250 ribu dengan mengumpulkan 30 poin dalam sehari. Di area tertentu, pengemudi GoRide bisa mendapatkan maksimal tiga poin untuk satu kali perjalanan. Adapun di luar area tertentu, pengemudi bisa memperoleh maksimal dua poin untuk sekali perjalanan.


Sayangnya, Andriyana kurang beruntung ketika ikut serta bersama sejumlah mitra pengemudi Grab Bike yang berbondong-bondong hijrah ke Gojek beberapa waktu lalu. Pria yang telah bergabung dengan Grab Bike sejak Agustus 2016 ini tak kebagian jatah untuk bisa bergabung.


"Saya datang jam 3 pagi, makanya enggak kebagian jatah," katanya.


Sukiman, rekan seprofesi Andriyana di Grab Bike, berpendapat senada. Menurutnya, jika membandingkan pendapatan plus insentif harian di Grab dengan Gojek, nilanya cukup signifikan.


"Selisihnya bisa sampai Rp 100 ribu lebih," kata Sukiman.


Belum lagi, soal Grab sering mengubah aturan insentif dan nilai potongan secara sepihak. Menurutnya, selama ini Grab menetapkan aturan pemotongan saldo 20 persen setiap mengangkut penumpang dan potongan 20 persen terhadap jaminan argo.


"Kalau saldo kita di bawah Rp 10 ribu, sudah pasti kita enggak bisa terima orderan lagi," jelasnya.


Di Gojek, lanjutnya, selama saldo tidak minus masih bisa menerima orderan, baik tunai maupun non-tunai. Selain itu, uang masuk dari hasil kerja pengemudi bisa diambil saat itu juga dari rekening yang mereka punya.


"Kalau di Grab enggak begitu. Itulah sebabnya kenapa banyak driver Grab sering mengeluh dan mau pindah ke Go-Jek," tegasnya.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore