Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Oktober 2023 | 22.56 WIB

Di Tengah Super El Nino, Jokowi Sebut Cadangan Pangan Aman Usai Tinjau Panen Raya di Indramayu

Presiden Jokowi Memberikan Keterangan Pers Usai Meninjau Panen Raya di Indramayu, Jawa Barat pada Jumat (13/10/2023).(Diskominfo Indramayu) - Image

Presiden Jokowi Memberikan Keterangan Pers Usai Meninjau Panen Raya di Indramayu, Jawa Barat pada Jumat (13/10/2023).(Diskominfo Indramayu)

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung panen raya di Indramayu, Jawa Barat pada Jumat (13/10). Dia tiba di Indramayu untuk kemudian mengikuti kegiatan panen raya bersama petani yang ada di Desa Karanglayung, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Dalam kunjungan kerjanya ini, Presiden Jokowi ingin memastikan secara langsung produksi beras nasional di tengah kemarau El Nino. “Ini yang saya melihat ke bawah itu untuk memastikan bahwa produksi itu masih baik, tapi memang turun karena Super El Nino, tapi masih baik,” ungkapnya seperti dikutip JawaPos.com dari laman resmi Sekretariat Kabinet pada Jumat (13/10).
 
Setelah berkunjung dan menyapa para petani, Jokowi menyampaikan bahwa kondisi panen padi yang ada di wilayah Kecamatan Sukra tersebut tergolong baik. “Ya baik ini, kalau kemarin di Subang, (sekarang) di Indramayu," ungkapnya.
 
 
Jokowi menilai kondisi panen yang cukup baik itu lantaran didukung dengan irigasi teknis yang bagus. "Saya kira karena memang ini irigasi teknisnya masih sangat bagus," ujarnya.
 
Meski di tengah El Nino, Jokowi menyampaikan bahwa petani dalam satu hektare bisa mendapatkan delapan hingga sembilan ton hasil panen. "Saya tadi tanyakan kepada petani satu hektare bisa delapan hingga sembilan ton, rata-rata 8,6 ton per hektare,” jelasnya.
 
Sementara itu, Jokowi juga mengatakan bahwa harga gabah juga tergolong tinggi hingga mencapai Rp. 7.300 per kilogramnya. Dengan harga yang tinggi tersebut tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi petani, hanya saja Jokowi juga berseloroh kalau ada yang tidak senang dengan harga gabah tinggi ini yaitu konsumennya.
 
 
Oleh karena itu, guna menurunkan dan menjaga kestabilan harga beras, Jokowi menyebut bahwa pemerintah akan terus menambah cadangan beras yang ada di Bulog meski saat ini sudah terdapat 1,7 juta ton. “Cadangan di Bulog 1,7 (juta ton) dan akan datang lagi kira-kira 500, 600 ribu ton," paparnya.
 
Dengan kondisi cadangan pangan yang ada di Badan Urusan Logistik (Bulog) sekarang dan akan masuk lagi, maka kondisinya tetap aman. "Artinya cadangan pangan kita kondisinya aman, tapi memang kita tetap butuh beras ini juga untuk masuk ke pasar agar harga bisa turun sedikit demi sedikit,” jelasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore