Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Juli 2020 | 23.15 WIB

Ada Kejanggalan Pengkategorian POP, FSGI: Dapat Rp 20 M, Latih 1 Kota

Ilustrasi guru. (RadarKediri/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi guru. (RadarKediri/JawaPos.com)

JawaPos.com - Program Operasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai kontroversi akhir-akhir ini. Bahkan, sudah ada tiga lembaga besar yang memutuskan mundur karena proses seleksi yang tidak jelas.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim pun mengiyakan bahwa adanya kejanggalan dalam proses seleksi di program tersebut. Salah satunya adalah terkait pengkategorian organisasi masyarakat (ormas) yang mendapatkan dana Gajah, Macan dan Kijang.

Dia pun membeberkan temuannya, di mana terdapat ormas bernama Forum Paud Terpadu Provinsi Sumatera Utara, mereka mendapatkan dana Gajah senilai Rp 20 miliar, namun hanya melakukan pelatihan di tiga Kota/Kabupaten saja, yakni Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Medan.

"Kami menemukan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu ada organisasi yang sasaranya hanya di 3 kota/kabupaten di Sumut, tetapi mereka dapat Gajah," ujarnya melalui webinar, Jumat (24/7).

Kemudian, ada juga ormas yang berdomisili di Jawa Timur yang juga mendapatkan dana Gajah, yaitu Yayasan Bumi Hijau Center yang menargetkan hanya satu, yakni Kabupaten Banyuwangi saja untuk dilatih para gurunya. Hal ini, menurutnya tidak sebanding dengan anggaran yang mereka dapat.

"Lalu, ada Yayasan Kepulauan Sukses Mandiri, jadi sasaran itu Kota Ternate saja, biayanya Rp 20 miliar," ujarnya.

Sedangkan, Persyarikatan Muhammadiyah sendiri, yang notabene mendapatkan dana yang sama, sasaran utamanya adalah 21 provinsi, mulai dari Lampung hingga Papua Barat. Kemudian, kabupate/kota yang menjadi tergetnya lebih dari 50 kota yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.

"Ada potensi ketifakefektifan sasaran pembiayaan dan pelaksanaan POP karena ada lembaga organisasi yang melatih puluhan kota/kabupaten dan provinsi, tapi ada ormas yang melatih satu kota/kabupaten saja, angkanya juga sama, Gajah. Kami khawatir ini semacam mengejar menyerap anggaran saja. Saya menantang bisa ngga dibuka profil organisasi itu," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore