Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Agustus 2023 | 03.04 WIB

Meneladani Integritas Ir Sutami yang Lebih Kokoh dari Jembatan Semanggi

Sejumlah kendaraan melintasi jembatan simang susun semanggi di kawasan semanggi, Jakarta, Jumat (28/7/2017). Simpang susun semanggi dilakukan uji coba open traffic untuk kendaraan roda empat. - Image

Sejumlah kendaraan melintasi jembatan simang susun semanggi di kawasan semanggi, Jakarta, Jumat (28/7/2017). Simpang susun semanggi dilakukan uji coba open traffic untuk kendaraan roda empat.

”Pembangunan ini untuk kepentingan bangsa, bukan untuk kepentingan sekelompok atau pribadi. Saya berharap di kemudian hari nanti ada sosok-sosok yang misinya benar-benar membangun untuk masyarakat luas dan jangka panjang,” harap Dewi.

Sementara itu, J.J. Rizal memandang Sutami sebagai menteri yang mampu mewujudkan spirit Soekarno tentang wajah ibu kota negara pasca kemerdekaan. Bagi Soekarno, itu menjadi faktor penting dalam pembangunan. Dan, Sutami mampu menghidupkannya.

”Spirit Soekarno adalah bahwa kita harus mempunyai kota yang mencerminkan wajah Indonesia,” kata sejarawan asal Jakarta tersebut saat berbincang dengan Jawa Pos pada Minggu (13/8).

Spirit itu, menurut Rizal, digelorakan Soekarno di tengah kondisi keuangan negara yang belum stabil. ”Waktu itu kita gak punya duit,” paparnya.

Dia mengatakan bahwa pembangunan ala Soekarno tidak sekadar bermodal semangat dan idealisme. Tapi juga kemampuan diplomasi sang proklamator. Dari kemampuan itu, hasil rampasan Jepang bisa digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur. ”Juga ada sumbangan yang dikaitkan dengan Perang Dingin,” imbuhnya.

Di titik tersebut, rakyat Indonesia bisa memahami bagaimana situasi negara pascamerdeka. Nah, untuk membantu menyukseskan pembangunan, para arsitek –termasuk Sutami– harus bisa melakukan yang terbaik. ”Karena tidak punya cukup uang, harus punya idealisme,” ungkapnya.

Cara berpikir itulah yang sekarang bisa dirasakan. Salah satunya dalam bentuk karya-karya monumental infrastruktur. Di antaranya, gedung MPR/DPR dan Jembatan Semanggi. Semuanya masih berdiri kokoh. ”Cara berpikir waktu itu adalah bukan berapa untungnya, tapi bagaimana yang benar,” ujarnya. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore