Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2020 | 02.04 WIB

Pemprov Jabar Minta Polri/TNI Perketat Aktivitas Warga Jelang Lebaran

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Humas Pemprov Jabar/Antara - Image

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Humas Pemprov Jabar/Antara

JawaPos.com–Pemprov Jawa Barat meminta Polri dan TNI untuk lebih memperketat pengawasan aktivitas warga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut agar pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa Barat bisa berhasil diterapkan.

”Kami minta kepada kapolda dan pangdam agar lakukan siaga satu. Dari sekarang sampai Lebaran, karena potensi lalu lintas akan naik. Kita monitor dalam satu dua hari, orang belanja berbondong-bondong di pasar dan sebagainya. Ini jangan sampai keberhasilan Jabar di PSBB ini akan terganggu dinamika jelang Lebaran,” kata Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil seperti dilansir dari Antara pada Senin (18/5).

Ridwan mengatakan, sebelum dan pada awal PSBB Jabar, pergerakan aktivitas masyarakat sempat menurun sampai tinggal 20 persen. Kemudian meningkat kembali jadi 30 persen dan terakhir jadi sekitar 40 persen menjelang akhir PSBB di Jabar, sejak tiga hari terakhir.

Menurut dia, angka pergerakan menjelang Lebaran harus terus ditekan supaya penularan Covid-19 di Jabar bisa ditekan kembali. Pihaknya khawatir pergerakan pada masa sebelum dan setelah Hari Raya Idul Fitri akan meningkat, padahal penyebaran Covid-19 masih harus diwaspadai.

Menurut gubernur, berdasar hasil evaluasi PSBB Jabar yang akan berakhir Rabu (20/5), statistik penyebaran Covid-19 di Jabar sudah membaik secara signifikan. Dari sisi jumlah kasus positif, biasanya Jabar berada di peringkat kedua terbanyak setelah DKI Jakarta, namun dalam seminggu terakhir berada di posisi ketiga.

”Secara presentase jumlah penduduk Jabar sekarang ranking 23 dari 34 provinsi. Jadi untuk penduduk terbesar se-Indonesia, menempati prosentase di urutan ke-23, ini adalah keberhasilan dari semua tim di Gugus Tugas dalam menekan Covid-19,” ujar Ridwan.

Dia menuturkan, angka pasien Covid-19 di rumah sakit adalah yang paling nyata mengalami penurunan. Pada akhir April tercatat ada 430-an pasien per minggu, kini hanya 200 pasien.

”Dokter dan tenaga kesehatan telah berhasil meningkatkan angka kesembuhan dua kali lipatnya. Sehingga jumlah kasur atau bed di fasilitas kesehatan hanya dipakai 30 persen di Jabar ini. Jadi beban di rumah sakit menurun, hanya 30 persen yang digunakan untuk merawat orang sakit,” terang Ridwan.

Selain itu, kata dia, angka kecepatan penyebaran virus korona di Jabar juga menurun. Dari awalnya seorang pasien positif dapat menularkan kepada tiga orang dalam sehari, setelah PSBB diberlakukan seorang pasien hanya menularkan kepada satu orang lain dalam sehari.

”Jadi kasus rata-rata pada April yang masih 40 kasus per hari, sejak dua minggu terakhir PSBB, di angka 21-an kasus per hari. Kami boleh menyimpulkan bahwa PSBB di Jabar ini melengkapi PSBB Bodebek dan Bandung Raya, boleh dikatakan mengalami keberhasilan signifikan. Kasus turun rata-rata 50 persen,” ucap Ridwan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=joEqh9W3z4E

 

https://www.youtube.com/watch?v=yzFL_FIfIhA

 

https://www.youtube.com/watch?v=6MLxJkqHU3I

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore