Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Desember 2019 | 23.29 WIB

WP KPK Ingatkan Kapolri Agar Selesaikan Kasus Novel Baswedan

Korban Penyerangan Air Keras yang merupakan Penyidik KPK Novel Baswedan (kanan), didampingi Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kiri), menyampaikan tanggapan atas hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF), saat ditanya wartawan di Gedung KPK - Image

Korban Penyerangan Air Keras yang merupakan Penyidik KPK Novel Baswedan (kanan), didampingi Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kiri), menyampaikan tanggapan atas hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF), saat ditanya wartawan di Gedung KPK

JawaPos.com - Pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan hingga kini masih misterius. Presiden Jokowi diketahui kembali memberikan tenggat waktu kepada tim teknis bentukan Polri hingga awal Desember 2019.

Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo mengingatkan kembali ucapan Presiden Jokowi kepada Kapolri Jenderal Idham Azis untuk segera menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Untuk itu, ia ingin agar hasil investigasi tersebut bisa segera dibuka ke publik.

"Hari ini sudah minggu pertama bulan Desember 2019 sesuai tenggat waktu yang diberikan Presiden Jokowi kepada Kapolri agar kasus ini sudah tuntas di awal Desember 2019," kata Yudi dalam keterangannya, Senin (2/12).

Meski pengungkapan kasus ini memakan waktu kurang lebih dua tahun, Yudi berharap, Polri dapat segera menyelesaikan kasus tersebut. Terlebih pada awal menjabat, Kapolri Idham Azis menyatakan akan memprioritaskan kasus Novel.

"Kami berharap pada hari-hari ke depan, Polri sudah dapat mengungkap dan menangkap pelaku penyerangan dengan cara menyiram air keras kepada mata Novel," jelas Yudi.

Sebelumnya, Jokowi juga sempat memberi target ke Kapolri terdahulu, Tito Karnavian, untuk mengungkap kasus Novel dalam 3 bulan. Namun hingga tenggat waktu yang diberikan berakhir, kasus Novel Baswedan belum juga terungkap.

Untuk diketahui, Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Saat itu, Novel baru saja menunaikan Salat Subuh di Masjid Al Ihsan, dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat penyiraman air keras ini, kedua mata Novel Baswedan pun terluka parah. Novel sempat menjalani perawatan intensif di Singapura.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore