Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juli 2023 | 23.05 WIB

Sederet Masalah JIS Usai Ditinjau Menteri PUPR dan Ketum PSSI, Dari Soal Rumput hingga Akses Masuk

Sejumlah pengunjung berjalan memasuki Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara, Minggu (13/3). Dewa Ketut Sudiarta Wiguna/Antara - Image

Sejumlah pengunjung berjalan memasuki Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara, Minggu (13/3). Dewa Ketut Sudiarta Wiguna/Antara

JawaPos.com - Jakarta Internasional Stadium (JIS) buah karya di era Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menuai perhatian. Pasalnya, stadion yang menghabiskan anggaran hingga triliunan itu dianggap tak berstandar FIFA dari segi rumput hingga akses masuk.

Permasalahan JIS itu diungkapkan Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono saat meninjau JIS untuk kesiapan penyelenggaraan Piala Dunia U-17 yang akan digelar di Indonesia pada November mendatang.
 
Basuki melakukan inspeksi JIS bersama Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Ketua Umum PSSI Erick, hingga Chairman Karya Rama Prima (KaerPe) Qamal Mustaqim.
 
Berikut sederet pernyataan hasil peninjauan JIS yang dilakukan pada Selasa (4/7) kemarin.
 
1. Rumput JIS Tak Standar FIFA, Akan Diganti
 
Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono menyatakan bahwa rumput Jakarta Internasional Stadium (JIS) tak memenuhi standar FIFA untuk pegelaran Piala Dunia U-17 pada November mendatang. Hal itu ia sampaikan saat meninjau JIS bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
 
"Kondisi rumput sekarang menurut evaluasi ahlinya, yang juga mengevaluasi 22 stadion termasuk yang memasang rumput GBK untuk Asian Games, jelas tidak masuk dalam standar FIFA kalau dengan kondisi sekarang," ujarnya kepada wartawan usai meninjau JIS, Selasa (4/7).
 
Oleh karena itu, Basuki mengatakan akan mengganti rumput tersebut sebagai solusi sementara. Dengan begitu, rumput yang digunakan di JIS akan dapat sesuai standar FIFA.
 
"Kita akan ganti semua rumput tersebut, sesuai dengan ahlinya beliau. Pak Kamal sebagai ahli agronomi untuk rumput di stadion. Menurut beliau, harus diganti kalau mau 3 bulan bisa dipakai. Itu jangka pendek saja," jelasnya.
 
2. Alasan Rumput JIS Dianggap Tak Standar FIFA
 
Ahli agronomi Qamal Mustaqim membeberkan alasan rumput Jakarta Internasional Stadium (JIS) tak sesuai standar FIFA. Masalahnya, ia mengatakan bahwa rumput berjenis japonika tersebut hanya ditanam di karpet sintetis.
 
"Ini masalahnya. Medianya dangkal, jadi akar tidak tembus ke bawah," ujarnya usai melakukan peninjauan JIS bersama Menteri PUPR Basuki Hadjimuljo, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Selasa (4/7).
 
Selain itu, masalah lainnya adalah paparan sinar matahari yang tak maksimal terhadap rumput tersebut. Padahal Chairman Karya Rama Prima (KaerPe) itu menjelaskan bahwa rumput merupakan makhluk hidup yang membutuhkan sinar matahari dan air.
 
"Air tidak terpenuhi karena akarnya dangkal, matahari gak cukup," paparnya.
 
"Ini rumput butuh matahari penuh 8 jam sehari, aedangkan yang sebelah selatan hanya setengahnya saja dari jam 09.00 sampai 14.00. Ini yang masalah," imbuh Qamal.
 
3. Biaya Ganti Rumput JIS Habiskan Rp 6 Miliar
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljo mengatakan bahwa biaya memperbaiki rumput Jakarta Internasional Stadium (JIS) agar sesuai standar FIFA akan menghabiskan biaya hingga miliaran rupiah. 
 
"Yang saya tahu baru rumput tadi, saya tanya pak Kamal sekitar Rp 6 miliar," ujarnya kepada wartawan usai meninjau JIS, Selasa (4/7).
 
4. Masalah Akses Masuk JIS
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljo mengatakan bahwa masalah Jakarta Internasional Stadium (JIS) tak hanya rumput. Akses masuk stadion juga bermasalah.
 
"Akses ke stadion yang ada existing sekarang hanya satu. Menurut saya, ini bahaya ya," ujarnya kepada wartawan, Selasa (4/7).
 
Oleh karena itu, ia mengatakan mesti ditambah akses masuk ke JIS agar tak terjadi penumpukan saat akan masuk kawasan stadion tersebut.
 
"Jadi akan ditambah lima akses lagi untuk baik jembatan-jembatan penyeberangan, karena kemarin pengalaman Jakmania banyak yanb parkir di Ancol dan kalau mau ke sini harus mutar," ungkapnya.
 
"Jadi akan kita bangunkan jembatan supaya lebih cepat," pungkas Basuki.
 
5. Bangun Stasiun ke JIS
 
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, untuk akses yang lebih variatif ke JIS, pihaknya tengah berkoordinasi dengan PT KAI untuk pembangunan stasiun sementara yang terhubung ke JIS. 
 
"Untuk stasiun sementara, saat ini progresnya sudah selesai pembangunan peron di sisi utara," ujarnya kepada wartawan, Selasa (4/7).
 
Selain itu, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menyiapkan perlintasan sebidang dan lahan parkir di ujung jalan Kampung Bambu. Luas lahan parkir itu terdapat sekitar 5.000 meter persegi yang akan dioptimalkan. Dengan begitu, lahan parkir bertambah selain lahan parkir yang tersedia di Ancol.
 
"Yang akan dilanjutkan adalah pembangunan JPO untuk connecting ke sisi selatan dan kemudian penumpang dapat masuk dari pintu timur ke area JIS," terang Syafrin.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore