ILUSTRASI: Warga mengentre untuk melakukan penukaran tiket pertandingan Timnas Indonesia melawan Timnas Argentina di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Sabtu (17/6/2023).
JawaPos.com - Empat orang pelaku penipuan tiket palsu pertandingan Timnas Indonesia vs Timnas Argentina ditangkap. Mereka ditangkap lantaran menjual tiket palsu pertandingan yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini.
Kapolsek Tanah Abang Kompol Patar Mula Bona menjelaskan, empat pelaku itu ditangkap pada hari Minggu (18/6) sekitar pukul 19.00 WIB kemarin.
“Sementara yang terduga pelaku bersama rekannya itu ada 4 orang, 3 laki-laki 1 perempuan,” katanya saat dihubungi wartawan, Senin (19/6).
Ia mengungkapkan, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti tiket palsu, tiket asli, satu buah laptop, satu unit telpon genggam dan uang puluhan juta rupiah.
“Kemudian tiket palsunya sudah terjual 70, kemudian ada hologram sekitar 7000 lebih hologram, tiket palsunya yang kita amankan lebih kurang 150-an, kemudian juga laptop untuk membuat design dan juga uangnya total Rp 73 juta,” urainya.
Adapun modus yang digunakan pelaku, Patar menjelaskan bahwa pelaku mempromosikan penjualan tiket tersebut melalui media sosial.
“Yang bersangkutan memasarkan di media sosial di Instagram, Facebook dan Whatsapp. Jadi mereka beli yang asli dulu, link PDF-nya yang asli itu mereka posting di media sosial,” pungkasnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Kukuh Islami menerangkan modus yang dilakukan empat pelaku penipuan penjualan tiket laga Timnas Indonesia vs Timnas Argentina. Diketahui bahwa empat pelaku itu sudah berhasil mendapatkan keuntungan sebanyak Rp 73 juta.
Mulanya, Kukuh mengatakan bahwa para pelaku sempat membeli tiket laga-laga pertandingan sepak bola di Indonesia itu secara resmi. Lalu, pelaku menyadari celah bahwa dengan barcode yang sama dapat digunakan orang lain untuk masuk. Dari situ mereka menemukan celah hingga dapat memalsukannya.
"Beberapa kali dia coba saat dulu dia beli tiket di beberapa pertandingan, dia beli tiket asli, lalu temannya mau masuk, kemudian dia kasih barcodenya dia berhasil,” jelasnya kepada wartawan, Senin (19/8).
“Dan di situ dia mempunyai niatan untuk menggandakan atau memalsukan tiket. Jadi dia beli tiket asli Cat 3, kategori 3 dia beli tiket lalu dia palsukan,” sambungnya.
Adapun motif melakukan penipuan itu, para pelaku mengaku murni ingin mencari penghasilan secara instan.
"Dia (pelaku) ingin mencari keuntungan," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti tiket palsu, tiket asli, satu buah laptop, satu unit telpon genggam dan uang puluhan juta rupiah.