Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Februari 2022 | 21.41 WIB

Makin Banyak Jemaah Umrah yang Tertular Covid-19

KHUSYUK: Sejumlah warga dari berbagai daerah di Jawa Timur berdoa bersama di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda sebelum memasuki ruang tunggu pesawat untuk melaksanakan ibadah umrah. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

KHUSYUK: Sejumlah warga dari berbagai daerah di Jawa Timur berdoa bersama di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda sebelum memasuki ruang tunggu pesawat untuk melaksanakan ibadah umrah. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Jumlah jemaah umrah yang positif Covid-19 sepulang dari Arab Saudi makin banyak. Kasus Covid-19 ini ditemukan saat jemaah menjalani entry test maupun exit test.

Entry test adalah tes swab PCR yang dilakukan saat mereka mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian, exit test adalah tes swab PCR menjelang selesai karantina di hotel.

Seperti diketahui, para jemaah umrah wajib menjalani karantina selama tujuh hari setelah tiba di Indonesia. Data yang dikumpulkan Kementerian Agama (Kemenag) dan pihak terkait lainnya, ada 862 kasus Covid-19 yang terdeteksi saat jemaah umrah menjalani entry test.

Kasus tersebut berasal dari sembilan kelompok terbang (kloter) yang tiba di Jakarta pada 17–27 Januari 2022. Sementara itu, pada tahap exit test, terdapat 531 kasus Covid-19. Exit test ini dilakukan untuk empat kloter, yaitu mereka yang tiba pada 17, 20, 21, dan 22 Januari 2022. Rekor terbanyak terdapat pada rombongan yang datang pada 21 Januari. Yaitu, ada 48 kasus Covid-19 saat entry test dan 196 kasus saat exit test.

Menindaklanjuti banyaknya kasus Covid-19 yang dialami jemaah sepulang umrah, Kemenag bersama sejumlah kementerian dan lembaga kemarin menggelar rapat evaluasi. Rapat tertutup yang digelar secara online itu juga melibatkan asosiasi travel umrah, termasuk Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI).

Kabid Umrah AMPHURI Zaki Zakaria Anshary mengatakan, sebagian besar kasus Covid-19 yang dialami jemaah umrah terdeteksi pada hari ketujuh karantina. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan, penularan terjadi di Indonesia. Bukan penularan atau virus yang dibawa dari Saudi.

Zaki menyatakan, dalam rapat itu asosiasi menyampaikan sejumlah masukan. Antara lain, swab PCR saat kepulangan maupun karantina di Indonesia dilakukan di laboratorium rujukan pemerintah Arab Saudi di Indonesia. ”Supaya bisa dipertanggungjawabkan hasilnya,” tutur dia.

Mereka juga mengusulkan supaya hotel karantina di tanah air membuka kamar kelas triple. Selama ini kebanyakan kelas kamar karantina hanya untuk double. Usul tersebut bisa menghemat biaya yang harus dikeluarkan jemaah untuk karantina kepulangan umrah.

Selain itu, terang Zaki, asosiasi travel meminta karantina di hotel bagi jemaah cukup tiga hari saja. Ketika dinyatakan positif dan tidak bergejala, jemaah dipersilakan menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. ”Kami juga mengusulkan membuka bandara di Medan, Surabaya, dan Makassar untuk keberangkatan umrah,” ucapnya. Dengan cara itu, kerumunan dan penumpukan jemaah umrah di Bandara Soekarno-Hatta bisa berkurang.

Pembukaan Bali

Pemerintah akan membuka kembali penerbangan internasional ke Bali mulai 4 Februari. Kebijakan itu berlaku untuk PPLN. Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, pihaknya siap menyambut pembukaan koridor Bali untuk PPLN.

Secara khusus, pihaknya bersama imigrasi, KKP, satgas Covid-19, dan seluruh stakeholder terkait di bandara telah berkoordinasi untuk menyiapkan skema pembukaan koridor Bali bagi PPLN ini. ”Kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencakup passenger journey sejak turun pesawat hingga PPLN dijemput kendaraan menuju hotel karantina,” ujarnya.

Proses kedatangan PPLN di Bandara I Gusti Ngurah Rai diawali sejak tahap pre flight. Yakni, sebelum terbang ke Bali, PPLN harus mengisi e-HAC melalui aplikasi PeduliLindungi. Lalu menunjukkan bukti vaksinasi dosis lengkap, memiliki hasil PCR 3 x 24 jam, mengisi electronics customs declaration (e-CD), punya dokumen pemesanan hotel karantina, memastikan dokumen keimigrasian, dan memiliki asuransi perjalanan.

Setelah mendarat, PPLN menuju terminal kedatangan dan diperiksa suhu badannya. PPLN yang suhu badannya 38 derajat Celsius atau lebih rendah dapat melanjutkan proses selanjutnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore