Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Agustus 2026 | 02.04 WIB

Dear You: Ketika Wajah-wajah Biasa Sukses Menunjukkan Makna dalam Mencintai Keluarga

Salah satu adegan dalam film 'Dear You'. (Istimewa) - Image

Salah satu adegan dalam film 'Dear You'. (Istimewa)

JawaPos.com - Ada sesuatu yang nyaris paradoks dari kesuksesan Dear You

Di tengah industri film Tiongkok yang dipenuhi produksi berskala besar, bintang populer, franchise, dan kampanye promosi masif, film karya Lan Hongchun ini justru datang dengan hampir semua hal yang biasanya dianggap sebagai kelemahan komersial: anggaran yang sangat kecil, bahasa daerah yang dominan, tidak ada aktor papan atas, dan sebagian besar pemerannya bahkan bukan aktor profesional.

Di tengah segala keterbatasan ini, Dear You justru menemukan kekuatannya.

Film drama keluarga berdurasi 118 menit ini menjadi fenomena box office di Negeri Tirai Bambu setelah dirilis pada April 2026. Dengan anggaran produksi sekitar 14 juta yuan, Dear You berkembang menjadi film yang dibicarakan dari mulut ke mulut dan mendapatkan respons luar biasa dari penonton. 

Dear You berangkat dari sebuah keluarga Chaoshan di Guangdong dan sebuah misteri yang telah bertahan selama puluhan tahun.

Xiaowei, seorang pemuda yang sedang mengalami kesulitan finansial, pergi ke Thailand untuk mencari kakeknya, Zheng Musheng. Sang kakek telah meninggalkan Tiongkok puluhan tahun sebelumnya dan selama bertahun-tahun diyakini telah membangun kehidupan baru di Thailand.

Keluarga di rumah memiliki versinya sendiri mengenai apa yang terjadi. Musheng dahulu meninggalkan istrinya, Shurou, dan anak-anak mereka dalam situasi politik dan sosial yang kacau. Ia kemudian mengirim surat dan uang kepada keluarganya melalui tradisi qiaopi—surat yang dibawa bersama kiriman uang dari perantauan kepada keluarga di tanah asal.

Tetapi komunikasi itu akhirnya terputus.

Puluhan tahun kemudian, Xiaowei berangkat ke Thailand untuk mencari kakeknya. Namun, yang ia temukan bukanlah sosok lelaki tua yang selama ini hidup dalam bayangan keluarganya, melainkan sebuah kisah yang jauh lebih rumit tentang migrasi, kemiskinan, kesetiaan, pengorbanan, dan keputusan-keputusan manusia yang konsekuensinya baru terasa beberapa generasi kemudian.

Editor: Banu Adikara
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore