Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Juli 2026 | 04.54 WIB

Belum Tayang, Program Kencan My Remaining Love Sudah Picu Kontroversi di Korea Selatan

my remaining love (x @k_dramaindo_) - Image

my remaining love (x @k_dramaindo_)

JawaPos.com – SBS menjadi sorotan setelah mengumumkan reality show kencan terbaru berjudul My Remaining Love. Sebelum episode pertamanya tayang, program tersebut telah memicu perdebatan hangat di kalangan warganet Korea karena mengusung konsep yang dinilai tidak biasa.

Dilansir dari Allkpop, acara tersebut tayang pada 3 Agustus, My Remaining Love menghadirkan peserta berusia 20 hingga 30-an yang pernah didiagnosis mengidap penyakit terminal atau selamat dari kondisi yang mengancam nyawa.

Acara ini mengangkat pertanyaan, "Jika waktu yang tersisa terbatas, siapa yang ingin kamu cintai?", sembari mengikuti perjalanan para peserta dalam menemukan kembali harapan dan romansa.

Program ini juga memperkenalkan sistem pencocokan unik, di mana peserta saling "bertukar waktu" setiap malam sebagai bagian dari proses membangun hubungan.

Acara dipandu oleh Lee Se Young, Jung Yong Hwa, DK SEVENTEEN, dan Yena. Sutradara Lee Eun Sol menjelaskan bahwa tujuan program ini adalah menggambarkan ketulusan orang-orang muda yang memahami betapa berharganya waktu, sehingga mereka berani mencintai dengan sepenuh hati meski memiliki masa depan yang tidak pasti.

Konsep acara justru menuai kritik dari sebagian publik. Banyak yang menilai penyakit serius seharusnya tidak dijadikan tema utama sebuah program hiburan.

Sebagian warganet juga mengkhawatirkan dampak psikologis bagi para peserta, termasuk kemungkinan mereka kembali mengingat pengalaman traumatis atau menjadi sasaran komentar negatif di media sosial.

Ada pula yang mempertanyakan bagaimana hubungan para peserta akan berlanjut setelah acara berakhir.

Tidak sedikit yang memberikan dukungan terhadap program tersebut. Mereka menilai acara ini dapat menjadi ruang bagi para peserta untuk saling memahami, berbagi pengalaman hidup, dan menemukan kebahagiaan tanpa stigma.

Beberapa penyintas kanker yang ikut berkomentar bahkan mengaku memahami kesulitan menjalin hubungan setelah mengalami penyakit serius, sehingga mereka berharap program ini dapat memberikan keberanian dan harapan bagi orang-orang dengan pengalaman serupa.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore