Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Desember 2025 | 21.55 WIB

Gitar Akustik Ikonik Kurt Cobain dari MTV Unplugged Resmi Berpindah Kepemilikan

Kurt Cobain dalam MTV Unplugged (The Line of Best Fit)

Kurt Cobain dalam MTV Unplugged (The Line of Best Fit)

JawaPos.com - Gitar akustik legendaris milik vokalis Nirvana, Kurt Cobain, yang dimainkan dalam acara MTV Unplugged resmi menemukan pemilik baru.

Dilansir dari laman News Artnet pada Sabtu (13/12), Gitar tersebut tercatat sebagai gitar termahal yang pernah terjual dalam sejarah musik. Nilai penjualannya mencapai USD 6 juta atau Rp 99,8 milliar.

Gitar yang pernah dimainkan Kurt Cobain tersebut adalah tipe Martin D-18E keluaran 1959, sebuah model elektro-akustik langka yang telah dimodifikasi khusus untuk Cobain yang bertangan kiri.

Gitar tersebut menjadi fenomenal karena dimainkan oleh Cobain dalam penampilan ikonik MTV Unplugged di New York pada November 1993 sekaligus sebagai penampilan terakhir sang musisi dalam acara televisi musik sebelum meninggal dunia, dimana momen tersebut dikenang sebagai salah satu momen paling emosional dalam sejarah musik rock.

Menurut keterangan keluarga, gitar Martin itu merupakan gitar terakhir yang digunakan Cobain sebelum meninggal dunia pada April 1994.

Setelah kematiannya, gitar tersebut sempat menghilang dari publik selama lebih dari dua dekade. Gitar itu kemudian diwariskan kepada putrinya, Frances Bean Cobain, dan disimpan dalam brankas pribadi.

Pada 2018, gitar tersebut berpindah tangan kepada Isaiah Silva, mantan suami Frances Bean Cobain, sebagai bagian dari penyelesaian perceraian.

Dua tahun kemudian, gitar itu dilelang melalui Julien’s Auctions. Pembelinya adalah Peter Freedman, pendiri perusahaan teknologi audio asal Australia, Røde.

Sejak dibeli, gitar akustik ikonik itu dipamerkan di sejumlah institusi budaya ternama. Salah satunya adalah Royal College of Music di London, yang menjadikannya pusat pameran bertajuk “Kurt Cobain Unplugged”. Pameran tersebut menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai negara.

Peter Freedman kemudian memutuskan untuk mendonasikan gitar tersebut secara permanen kepada Royal College of Music.

Freedman menyatakan bahwa gitar tersebut memiliki nilai sejarah dan edukatif yang besar bagi generasi musisi muda. Donasi itu memperkaya koleksi lebih dari 1.000 instrumen bersejarah yang dimiliki institusi tersebut.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore