Para pemain di Film Pelagi di Mars (Shafa Nadia/JawaPos)
JawaPos.com - Jelang penayangannya tahun depan, film Pelangi di Mars merilis teaser trailer. Membocorkan potongan cuplikan awal mula kehidupan seorang astronaut bernama Pratiwi (Lusteha) hidup bersama putri kecilnya Pelangi (Messi Gusti) di Mars dengan latar tahun 2090.
Video singkat tersebut juga memperkenalkan sejumlah karakter robot lainnya seperti Batik, Kimchi, Petya, Yohan, dan Sulil. Disutradarai oleh Upie Guava, film Pelangi di Mars mengusung genre fiksi ilmiah yang dibalut dengan drama keluarga.
Pelangi di Mars menjadi salah satu film yang paling dinanti-nanti sejak awal peluncuran first looknya pada akhir tahun lalu. Sebab, film tersebut berhasil menggabungkan live action dengan animasi 3D yang apik.
“Film ini combine antara keduanya. Tidak bisa dibilang 100 persen animasi atau 100 persen live action. Makanya metodenya hybrid,” kata Produser Dendi Reynando saat konferensi pers di Plaza Senayan XXI, Jakarta Selatan, Senin (24/11).
Metode animasi yang digunakan dalam film Pelangi di Mars juga berbeda dari lainnya. Yakni, game engine dan virtual production. Keterbatasan teknologi di Indonesia menjadi salah satu penyebab film tersebut memakan waktu 5 tahun untuk proses produksi.
“Lalu, juga pakai teknologi baru namanya Extended Reality (XR) yang sudah dipakai di Hollywood. Seluruh dunia mencoba mengadaptasi ini dan kami juga lakukan itu,” tutur Dendi.
Upie menjelaskan, film Pelangi di Mars menggunakan beragam teknik untuk merealisasikan imajinasinya yang lebih luas. Sebab sejak awal digagas, proyek tersebut memang dikhususkan sebagai film keluarga yang bisa dinikmati semua kalangan usia, anak-anak.
“Ini film anak-anak, bercerita dengan cara anak-anak bercerita. Dan, dengan visual yang mudah-mudahan bisa dinikmati oleh dunia anak-anak,” ucap Upie. Dia menceritakan, ide tersebut bermula dari keinginan sederhananya.
Yaitu, melahirkan karya untuk anak-anak yang bersifat evergreen IP. Sedangkan saat ini, industri film tanah air masih didominasi dengan konten dewasa. Dan anak-anak kekurangan asupan film berkualitas yang kuat akan unsur hiburan dan edukasinya.
“Karena saya punya anak kecil dan kita belum punya banyak pilihan kisah-kisah anak kecil. Saya tumbuh dengan Star Wars, komik Tintin. Itu sih gagasannya. Kami ingin menumbuhkan perasaan anak-anak kalau kita bisa menaklukan dunia,” ujar Upie.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
