
Affan Kurniawan dan Munir dijadikan sampul Album terbaru band Haram, Why Does Paradise Begin in Hell?. (Instagram: dsstrrecs)
JawaPos.com - Affan Kurniawan dan Munir Said Thalib merupakan dua orang yang menjadi simbol perlawanan. Keduanya meninggal dunia dengan cara berbeda.
Affan Kurniawan, driver ojek online meninggal dunia di tengah kerumunan massa aksi demonstrasi menolak kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dia mengembuskan napas terakhir usai dilindas kendaraan taktis Brimob pada saat itu.
Sementara Munir meninggal dunia saat sedang memperjuangkan hak asasi manusia (HAM) akibat diracun. Dia meninggal dunia pada 7 September 2024 saat dalam perjalanan penerbangan menuju Amsterdam, Belanda.
Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dua orang tersebut yang menjadi simbol perlawanan dan perjuangan, band asal Brooklyn, Haram, mengabadikan keduanya lewat album terbarunya berjudul "Why Does Paradise Begin in Hell?".
Di album barunya tersebut, Haram menuliskan nama Affan Kurniawan dan Munir Said Thalib pada bagian sampul. Tak hanya itu, juga dipampang secara jelas foto dari keduanya.
Album terbaru Haram yang dirilis di bawah naungan label Disaster Records juga menampilkan peta Indonesia. Pada bagian atas sampul album terdapat tulisan "Merdeka dari Perderitaan." Sementara pada bagian bawah terdapat tulisan "Merdeka dari Korupsi".
Album Why Does Paradise Begin in Hell? dirilis dalam bentuk kaset dan juga melalui digital streaming. Album ini memiliki 12 lagu di dalamnya dengan pesan-pesan tentang perjuangan, kritik sosial, dan solidaritas sosial.
"Band hardcore punk asal Brooklyn, Haram, dikenal karena memadukan musik hardcore ala 80-an yang menggelegar dengan lirik berbahasa Arab dan tema-tema pengungsian, perlawanan, dan identitas. Energi konfrontatif dan urgensi politik mereka telah menjadikan mereka suara vital dalam kancah musik DIY (Do It Yourself) di New York," tulis akun Instagram @dsstrrecs.
Haram sengaja menjadikan Affan dan Munir sebagai bagian dari sampul album terbarunya sebagai bentuk solidaritas lintas negara di dalam mendukung perjuangan mereka. Melalui album ini, publik dari banyak negara tentu akan mengingat sosok Affan dan Munir sebagai simbol Perlawanan atas ketidakadilan.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
