Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 04.04 WIB

Film 'The Voice of Hind Rajab' Gegarkan Festival Film Venesia dengan Standing Ovation Terpanjang 22 Menit

The Voice of Hind Rajab (Dok. IMDb)

JawaPos.com  Penayangan perdana film The Voice of Hind Rajab di Festival Film Venesia memicu suasana penuh emosi. 

Film karya sutradara Tunisia, Kaouther Ben Hania, menceritakan kisah nyata seorang gadis Palestina berusia lima tahun yang tewas di Gaza.

Dilansir dari laman Variety pada Kamis (4/9), film ini disambut tepuk tangan meriah selama 22 menit, terpanjang sepanjang festival tahun ini. Tangisan dan seruan "Bebaskan Palestina" terdengar dari banyak penonton.

Hind Rajab menjadi korban ketika mobil yang ditumpanginya bersama keluarga diserang pada Januari 2024. Serangan itu menewaskan paman, bibi, dan tiga sepupunya, sementara Hind bertahan hidup selama beberapa jam.

Rajab sempat menghubungi Palang Merah Palestina untuk meminta pertolongan. Namun, ketika tim penyelamat datang, Hind dan paramedis ditemukan telah meninggal.

Investigasi media menyebut sebuah tank Israel kemungkinan menembakkan ratusan peluru ke mobil keluarga Rajab. Rekaman suara Hind saat meminta pertolongan melalui telepon digunakan sebagai elemen utama film.

Keaslian suara itu menjadi pengingat memilukan atas penderitaan anak-anak di Gaza. Kisah ini kemudian menggerakkan banyak penonton hingga menitikkan air mata.

Di tengah tepuk tangan panjang, beberapa hadirin mengibarkan bendera Palestina. Joaquin Phoenix dan Rooney Mara, selaku produser eksekutif, hadir sambil membawa foto Hind Rajab di karpet merah.

Phoenix bahkan mengenakan pin Artists for Ceasefire sebagai bentuk dukungan. Aktor Motaz Malhees juga mengibarkan bendera Palestina ke arah penonton.

Banyak pihak meyakini bahwa film ini menjadi kandidat terkuat untuk penghargaan Golden Lion. Sambutan emosional di pemutaran perdana menguatkan prediksi tersebut.

Pada konferensi pers, bintang film Saja Kilani membacakan pernyataan menyentuh atas nama tim produksi. Ia menekankan bahwa kisah Hind mewakili ribuan anak Gaza yang kehilangan nyawa.

Sutradara Ben Hania menegaskan, sinema dan seni memiliki peran penting memberi wajah bagi korban perang.

Menurutnya, narasi yang menganggap kematian warga Gaza sekadar korban tambahan adalah sangat tidak manusiawi. Ia berharap keterlibatan Phoenix dan Mara mampu memperluas pesan film di dunia internasional.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore