Hanung Bramantyo minta film animasi Merah Putih dibatalkan penayangannya. (Instagram @merahputihoneforall dan @hanungbramantyo)
JawaPos.com - Polemik film animasi Merah Putih One For All masih menjadi perbincangan hangat warganet hingga saat ini. Tidak hanya karena kualitas animasinya yang dianggap tidak bagus, namun juga biaya produksi yang mencapai miliaran yang diduga memakai uang pajak dari rakyat.
Produser film ini Toto Soegriwo, melalui akun Instagramnya @totosoegriwo, mengungkap bahwa biaya produksi film animasi Merah Putih One for All menghabiskan dana sebesar 6,7 Miliar rupiah. Dan pengerjaannya memakan waktu kurang lebih satu bulan.
Terkait biaya produksi dan waktu pengerjaan film ini yang terbilang cukup singkat, kedua hal ini mendapat sorotan dari salah satu sutradara kenamaan Indonesia, Hanung Bramantyo.
Baca Juga: Kreator Tak Dibayar, Produser Film Merah Putih One for All Janji Bakal Bagi-bagi dari Hasil Film
Melalui akun centang birunya di aplikasi Thread, @hanungbramantyo, suami dari Zaskia Mecca ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap film animasi Merah Putih One For All.
“7M untuk Film Animasi, potong pajak 13% kisaran 6M, sekalipun tidak dikorupsi, hasilnya tetap JELEK!!!,” kata Hanung Bramantyo pada Minggu (10/8).
Lebih lanjut, ayah enam orang anak ini mengungkapkan bahwa biaya produksi film animasi biasanya membutuhkan anggaran sekitar 30 sampai 40 Miliar, itupun belum termasuk biaya promosi. Dan untuk menghasilkan karya yang layak ditonton, butuh waktu pengerjaan sekitar 4-5 tahun.
Menurut Hanung, budget 6 Miliar hanya cukup untuk membuat previs, atau fondasi cerita untuk animator. Jika dipaksakan tayang di bioskop, maka pasti akan mendapat penolakan dari penonton.
“Budget 6M hanya sampai tingkat Previs (kumpulan storyboard berwarna yang digerakkan sebagai panduan Animator). Kalo itu yang ditayangkan, sudah pasti penonton akan resisten. Ibarat membangun rumah, belom dipelur semen dan lantainya masih cor2an kasar,” tutur Hanung.
Sutradara film Ipar Adalah Maut ini juga mengungkapkan hal yang serupa lewat Instagram Story (IG Story) di hari yang sama.
“7 Milyar untuk film animasi, potong pajak 13% kisaran 6 M, kalautoh tidak dikorupsi, hasilnya tetap jelek.FYI, standar film animasi yang bagus minimal 30 M plus 20 Promosi dan dikerjakan dalam jangka waktu 5 tahun.”
Tak hanya itu, Hanung Bramantyo juga membuat unggahan lain di IG Story dengan menyebut akun Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon dan wakilnya, Giring Nidji dengan permintaan agar film animasi Merah Putih One For All dibatalkan penayangannya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
