Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 20.13 WIB

The Naked Gun: Bangkitnya Franchise Komedi Gila nan Tak Masuk Akal yang Menggelitik Logika Manusia Normal

Liam Neeson dalam adegan di film The Naked Gun. (Paramount Pictures) - Image

Liam Neeson dalam adegan di film The Naked Gun. (Paramount Pictures)

JawaPos.com - Di antara banyaknya genre film, ada satu jenis film yang digarap semata-mata untuk menunjukkan keabsurdan berbalut komedi slapstick yang tidak perlu dinikmati dengan akal sehat. Bagi mereka yang punya imajinasi liar, film jenis ini akan sangat menghibur, tidak peduli seperti apa jalan ceritanya.

Formula ini yang ditawarkan oleh franchise The Naked Gun. Setelah rilis tiga film di tahun 1988, 1991 dan 1994 dengan mendiang aktor Leslie Nelson sebagai lakon utama, The Naked Gun kembali hadir di tahun ini. Sosok Leslie Nelson yang legendaris itu kini digantikan oleh aktor yang sangat tidak disangka-sangka: Liam Neeson.

Disutradarai oleh Akiva Schaver, Liam Neeson yang dikenal banyak orang sebagai aktor yang kerap memainkan karakter serius dan cenderung berdarah dingin, rupanya mampu menampilkan sisi konyolnya di film ini.

The Naked Gun mengambil latar sekian puluh tahun setelah film ketiganya, The Naked Gun 3313: The Final Insult, di mana Frank Drebin Jr. (Liam Neeson) mengikuti jejak sang ayah, Frank Drebin (Leslie Nelson) menjadi anggota Police Squad.

Dikenal sebagai polisi yang slebor, Frank Jr. dihadapkan pada sebuah dugaan kasus bunuh diri, yang ternyata merupakan sebuah konspirasi besar dengan dalang seorang miliarder bernama Richard Cane (Danny Huston). 

Bersama Beth Davenport (Pamela Anderson), perempuan yang ingin menuntut balas kematian suaminya, Frank Jr. pun memulai petualangannya penuh kegilaan yang bombastis.

Sama seperti tiga film pendahulunya, The Naked Gun masih memakai jurus yang sama: rangkaian lawak tanpa henti, tampilan visual yang tidak masuk akal dan kelewat hiperbola, dialog komedi yang cepat namun menggelitik, hingga adegan aksi yang penuh dengan absurditas tinggi.

Sutradara Akiva Schaver jelas perlu mendapat apresiasi atas pembuatan film ini. Bagi para penggemar franchise The Naked Gun, film ini bukan cuma sekadar obat rindu, tapi juga bentuk penghormatan tertinggi kepada serial tersebut.

Peran Liam Neeson yang sempat diragukan banyak orang pun layak dipuji. Di sini, image-nya yang serius dan dingin betul-betul hilang. Sebagai gantinya, penonton disuguhkan oleh Liam Neeson yang sok tahu, tidak peka, tidak sensitif dan bodor. Semua elemen yang bertolak belakang itu sukses dieksekusi dengan baik olehnya.

Secara keseluruhan, memang tidak ada yang bisa dikupas banyak dari film ini. Yang jelas, jika Anda adalah penyuka film-film berat dengan rangkaian dialog berbobot yang menuntut otak untuk bekerja keras, The Naked Gun bukanlah film untuk Anda.

Karena, seperti yang sudah dijelaskan di atas, tujuan film ini hanya menampilkan keabsurdan dan kebodohan paripurna yang mengocok perut dan menggelitik logika serta akal sehat manusia normal.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore