Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Juli 2025 | 01.45 WIB

10 Perbedaan dalam Penggambaran Film ‘Romeo and Juliet’ dengan Karya Asli William Shakespeare

Film Romeo+Juliet. (IMDb)

JawaPos.com – Film Romeo + Juliet yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio sebagai Romeo dan Claire Danes sebagai Juliet dirilis pada tahun 1996 dan merupakan salah satu adaptasi paling mencolok dari karya William Shakespeare.

Meskipun mempertahankan sebagian besar dialog asli, film ini mengubah banyak elemen penting untuk menyesuaikan dengan latar modern.

Dari desain visual hingga peran karakter, berbagai penyesuaian memberikan nuansa kontemporer tanpa menghilangkan esensi kisah tragis cinta dua insan muda.

Berikut adalah 10 perbedaan dalam penggambaran film ‘Romeo and Juliet’ dengan karya asli William Shakespeare, seperti dilansir dari laman Screen Rant pada Minggu (13/7).

  1. Latar Waktu dan Dunia yang Dimodernisasi

Dalam drama aslinya, latar berlangsung pada abad ke-14 atau ke-15 di Verona, Italia. Film Luhrmann memindahkan setting ke kota fiktif Verona Beach, yang mencerminkan Amerika tahun 1990-an.

Elemen modern seperti mobil, senjata api, dan teknologi diperkenalkan untuk menggantikan lingkungan klasik. Transformasi ini memberi film kesan urban kontemporer sambil tetap mempertahankan kisah inti cinta tragis.

  1. Bahasa Asli Dipertahankan, tetapi Disesuaikan Konteks

Bahasa Shakespeare dipertahankan dalam film meskipun berada dalam konteks yang sangat modern. Para tokoh tetap menyebut senjata api mereka sebagai “pedang” meskipun wujudnya pistol.

Beberapa dialog dipotong agar sesuai durasi film dan lebih mengalir di layar lebar. Pastor Laurence adalah satu-satunya tokoh yang masih berbicara dalam pentameter iambik sebagaimana naskah aslinya.

  1. Perang Dua Keluarga Diubah Menjadi Persaingan Bisnis Mafia

Alih-alih dua keluarga bangsawan yang berperang, film menggambarkan Montague dan Capulet sebagai dua sindikat bisnis mafia. Mereka berpura-pura sebagai perusahaan sah, namun terlibat konflik berdarah.

Hal ini mengubah motivasi dan dinamika cerita, memberi warna baru pada permusuhan klasik. Film tetap menunjukkan betapa perseteruan membawa kehancuran bagi generasi muda.

  1. Penggunaan TV Sebagai Media Penyampai Informasi

Prolog yang biasanya dibacakan oleh narator digantikan oleh pembawa berita di televisi. TV juga digunakan sebagai alat untuk menyampaikan informasi penting seperti undangan pesta.

Penyesuaian ini memanfaatkan unsur modern untuk menyampaikan informasi naratif secara sinematik. Media menjadi penyambung informasi yang relevan dalam dunia visual era modern.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore