
Profil Hasui Kawase dan Salah Satu Karyanya ./(Wikipedia & Ronin gallery)
JawaPos.com – Studio Ghibli adalah salah satu studio animasi terkenal di dunia, yang telah menghasilkan banyak film klasik yang disukai oleh banyak orang.
Film-film Studio Ghibli tidak hanya menampilkan cerita yang menarik dan karakter yang menggemaskan, tetapi juga pemandangan yang indah dan memukau.
Tetapi, tahukah Anda bahwa pemandangan di film-film Studio Ghibli tersebut ternyata terinspirasi oleh seorang seniman Jepang yang hidup pada abad ke-20?
Dilansir dari Far Out Magazine, Sabtu (3/2), seniman tersebut adalah Hasui Kawase, seorang perancang cetak kayu yang menjadi salah satu tokoh utama gerakan shin-hanga atau yang disebut dengan gerakan cetak baru di Jepang.
Hasui Kawase (1883-1957) lahir di Tokyo dari keluarga pedagang tali dan benang. Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi seniman. Ia belajar melukis dengan gaya Barat dan Jepang dari beberapa guru, termasuk pamannya yang adalah seorang penulis dan jurnalis.
Namun, ia baru menemukan jati dirinya sebagai seniman ketika ia bertemu dengan Shōzaburō Watanabe, seorang penerbit cetak kayu yang mengajaknya untuk bergabung dengan gerakan shin-hanga.
Gerakan ini awal mulanya bertujuan untuk menghidupkan kembali seni cetak kayu atau ukiyo-e yang mulai ditinggalkan, dengan menggabungkan unsur-unsur tradisional dan modern.
Hasui bekerja hampir secara eksklusif pada cetak kayu pemandangan dan kota berdasarkan sketsa yang ia buat di Tokyo dan selama perjalanannya di seluruh Jepang. Ia merancang hampir seribu cetak kayu selama karier yang berlangsung hampir empat puluh tahun.
Karya-karyanya menampilkan subjek-subjek tradisional seperti kuil, jembatan, dan gunung, tetapi dengan gaya yang dipengaruhi oleh seni Barat, seperti perspektif, bayangan, dan efek cahaya.
Hasui menggunakan garis halus dan pilihan warna yang brilian untuk menciptakan gambar atmosfer yang membangkitkan rasa rindu dan nostalgia. Ia juga pandai menangkap keindahan alam di berbagai musim dan cuaca, seperti salju, hujan, dan kabut.
Hasui Kawase bahkan dianggap sebagai salah satu seniman ahli pemandangan terbaik di Jepang, dan mendapat julukan ‘poet of the landscape’, yang berarti seorang penyair pemandangan.
Hal ini mengacu pada seseorang yang bisa membuat pemandangan menjadi hidup dan bermakna dengan seni.
Kemampuan Hasui untuk menangkap keindahan alam bersama dengan pengalaman manusia memainkan peran penting dalam cinta Hayao Miyazaki, sutradara film animasi Studio Ghibli, terhadap Hasui Kawase.
Hayao Miyazaki mengaku terinspirasi oleh karya-karya Hasui dalam menciptakan pemandangan untuk film-filmnya.
Seperti My Neighbour Totoro (1988), Spirited Away (2001), dan Princess Mononoke (1997), semuanya menampilkan pemandangan yang sangat mengingatkan pada gaya cetak kayu Hasui.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
