Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2023 | 00.36 WIB

Cerita Gadis Kretek Terinspirasi Kretek Kakek dan Nama ”Yah” Keluarga Ibu

KRITIS: Kamila (tengah) mendiskusikan adegan antara Dasiyah (diperankan Dian) dan ibunya, Roemaisa (diperankan Ine Febriyanti), di teras rumah dinas residen Kedu. - Image

KRITIS: Kamila (tengah) mendiskusikan adegan antara Dasiyah (diperankan Dian) dan ibunya, Roemaisa (diperankan Ine Febriyanti), di teras rumah dinas residen Kedu.

JawaPos.com - Sukacita Ratih Kumala meluap saat mendengar bahwa novel karyanya akan diangkat ke layar kaca. ”Saya senang sekali bisa bekerja dengan Mas Ifa Isfansyah, orang pertama yang percaya dengan kekuatan cerita Gadis Kretek,” ungkapnya saat dihubungi Jawa Pos dari Surabaya pada Kamis (16/11).

Ratih menyebut Ifa Isfansyah, Kamila Andini, dan Shanty Harmayn sebagai kombinasi showrunner yang tepat untuk Gadis Kretek. Terbukti, serial Gadis Kretek sukses masuk Global Netflix Top 10 di enam negara. Posisi itu bertahan selama dua pekan. Berkat kesuksesan tersebut, dia ikut bangga karena terlibat langsung nyaris di seluruh proses pembuatannya. ”Saya dan beberapa teman lainnya juga mengisi suara untuk ambience series ini,” ungkapnya.

Sebagai penulis Gadis Kretek, tentu saja tugas utama Ratih dalam proses produksi adalah menuliskan skenario. Bersama tim scriptwriter, dia mengembangkan cerita tanpa menghilangkan esensi naskah asli dalam novelnya. Namun, perbedaan media memang mengharuskan dia dan tim memilah-milah bagian mana saja yang perlu ditonjolkan dan mana saja yang dihilangkan.

”Dalam skenario, output akhirnya berwujud audiovisual yang ada batasan waktu, durasi, dan man power. Kalau sudah baca novelnya dan menonton series-nya, pasti tahu perbedaannya,” tutur perempuan 43 tahun tersebut.

RATIH KUMALA, penulis novel Gadis Kretek.

Pengembangan cerita, menurut Ratih, memakan waktu dan energi yang tidak sedikit. Karena proses produksi serial Gadis Kretek melibatkan banyak orang, penting bagi dia menyamakan persepsinya dengan tim. Itulah pengalaman baru baginya, seorang penulis novel yang selama ini memersepsikan semesta ceritanya secara individual.

Selain terlibat dalam penulisan skenario, Ratih ikut memilih cast. Dia dipercaya untuk ikut memilih aktor yang cocok dengan karakter buatannya. Selanjutnya, dia juga membantu para pemeran mendalami karakter masing-masing saat proses reading. Dia bahkan hadir selama proses syuting hingga penyuntingan. ”Saya ingin orang yang mengerjakan benar-benar jatuh cinta pada karya ini,” katanya.

Ratih mengungkapkan, kisah rekaannya itu terinspirasi dari kehidupan nyata keluarga sang ibu. ”Dulu kakek saya pemilik industri kretek rumahan dengan merek Djagad. Nama itu saya adopsi sebagai salah satu karakter di Gadis Kretek,” bebernya.

Penamaan karakter Dasiyah alias Jeng Yah yang diperankan begitu apik oleh Dian Sastrowardoyo juga terinspirasi dari keluarga ibu Ratih. Khususnya para perempuan dalam silsilah keluarga sang ibu. ”Banyak di antara mereka yang namanya menggunakan Yah di belakangnya. Tetapi, untuk ceritanya, itu fiksi,” tegas Ratih menanggapi asumsi publik bahwa Gadis Kretek diangkat dari kisah nyata. (lai/c14/hep)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore