
Ben Kasyafani, aktor yang terlibat dalam film Buya Hamka mengatakan dirinya percaya make-up untuk mengubah Vino G Bastian dan pemain lainnya memang menelan biaya fantastis sampai Rp 3 miliar.
JawaPos.com - Film Buya Hamka kabarnya menelan dana fantastis. Saking besar skala produksi film garapan sutradara Fajar Bustomi tersebut, sampai disebut-sebut sebagai film Indonesia dengan biaya produksi termahal saat ini.
Untuk biaya make-up atau riasan wajah pemainnya seperti Vino G Bastian yang menggunakan make-up prostetik, kabarnya menelan dana mencapai Rp 3 miliar. Hal itu sebagaimana sempat diungkapkan oleh sutradara Fajar Bustomi.
Ben Kasyafani, aktor yang terlibat dalam film Buya Hamka mengatakan dirinya percaya make-up untuk mengubah Vino G Bastian dan pemain lainnya memang menelan biaya fantastis sampai Rp 3 miliar. Sebab, ada banyak efek dari make-up diberikan untuk mengubah Vino dan pemain lain.
"Percaya sih. Kalau dilihat dari foto-foto Vino, mas Donny Damara, percaya karena beda banget. Dan project film ini skalanya besar banget ya," kata Ben Kasyafani saat ditemui di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan, Minggu (9/4).
Ayahanda Sienna Ameera Kasyafani juga mengaku mendapat make up prostetik untuk menghidupkan karakter Zainuddin Labay yang diperankannya dalam film Buya Hamka. "Ada sedikit prostetik walaupun aku tidak terlalu banyak. Nggak kayak Vino," ujarnya.
Aktor 39 tahun menceritakan karakter Zainuddin Labay yang diperankannya di film Buya Hamka. Dia menyebut Labay seorang librarian. Dari sosok Labay, Hamka kecil mengenal dunia literasi.
"Ada yang bilang dia itu gurunya, ada juga yang bilang dia yang mengenalkan dunia literasi sastra," papar Ben Kasyafani.
Dia menyebut Labay ada dalam hidup Hamka sejak kecil sampai memasuki usia dewasa. Labay bahkan ada disaat Hamka mengalami pergolakan cukup serius dalam hidupnya.
Ben Kasyafani menegaskan bangga sekali bisa dililatkan dalam film Buya Hamka meskipun dalam prosesnya ia mengalami sejumlah tantangan. Tantangan yang dirasakan Ben, terletak pada dialek dan bahasa Minang yang digunakan. Karena bahasanya menggunakan bahasa pada tahun Hamka hidup.
"Secara look juga beda,kalau di film ini aku pakai kumis.Saat syuting aku tinggalkan anak selama 2 minggu," katanya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
