
Danilla Riyadi. (Danilla Riyadi untuk Jawa Pos)
Bukan cuma tentang kisah asmara antarmanusia, Danilla Riyadi juga kerap mengangkat tema lain dalam lirik lagunya. Misalnya, hewan. Dia tak sulit mencari inspirasi soal itu. Danilla adalah pencinta hewan, khususnya kucing. Para anak bulu (anabul) inilah yang menemani dan memberinya ilham berkarya. Danilla pun kerap berbagi momen bersama para anabulnya –Ponco si kucing sphynx serta Meh dan Lupus Mutiara si kucing domestik di Instagram.
----
SEJUMLAH lagu dalam album Pop Seblay milik Danilla berkaitan erat dengan hewan, khususnya kucing. Salah satunya, Bukan Otomata yang membahas tema penyiksaan binatang. Lalu, ada Fel d 1, lagu tentang salah satu virus di kucing. Di lagu Di Balik Selimut, Danilla melibatkan seekor kucing penunggu studio Ruang Waktu bernama Lupus Mutiara. Jawa Pos berkesempatan ngobrol bersama Danilla tentang para anabulnya setelah musisi 32 tahun itu manggung di festival musik Joyland 2022 pekan lalu.
Hai, Danilla. Lagu Fel d 1 itu berarti terinspirasi dari cerita pribadi, ya?
Iya. Gue suka kucing, tapi ternyata liur mereka itu membuat alergi gue semakin menjadi-jadi karena protein mereka tinggi. Kalau alergi kambuh, gue bisa sesak napas.
Namun, di studio, Danilla sering berinteraksi dengan Meh dan Lupus. Bahkan, di rumah, kamu tidur bareng Ponco. Bagaimana agar alergi Danilla tak kambuh?
Yang penting, sirkulasi udaranya jangan mandek. Ponco itu salah satu kucing yang tingkat proteinnya rendah. Jadi, ia nggak bikin gue terlalu alergi, aman-aman aja sejauh ini.
Ketiga kucing sering Danilla ajak ngobrol buat curhat nggak, sih?
Sering banget. Curhatin masalah duit udah pasti. Terus, biasanya kalau lagi bete pas lagi PMS gitu. Soalnya, gue yakin mereka tuh bisa menyerap energi kita dan kita nyerap energi mereka. Makanya, kalau lagi bete, terus liatin kucing doang gitu udah bisa bikin betenya reda.
Di antara Ponco, Meh, dan Lupus, siapa yang paling sering Danilla ajak jalan-jalan?
Ponco sih karena ia kan sendirian di rumah. Jadi, gue harus memastikan ia cukup bersosialisasi di luar sana. Meh dan Lupus itu kurang lebih punya karakter sama, suka jalan-jalan sendiri. Lupus itu anaknya Meh, lho!
Pernah ada kucing yang dibawa pas manggung?
Nggak. Takut mereka panik atau stres gitu dengar suara kencang. Mereka kan sangat sensitif ya. Sebenarnya pengin banget sih. Cuma, belum tentu venue-nya nerima. Terus juga harus di Jakarta karena gue nggak berani bawa binatang ke luar kota.
Di lagu Di Balik Selimut, Danilla dan Lupus berduet. Berarti lagu tersebut memang diciptakan untuk Lupus?
Nggak. Sebetulnya lagu itu untuk Pangsit Goreng, kucing yang ada di Lafa (Pratomo, kolaborator Danilla, Red). Sebelumnya, Pangsit memang kucing gue yang diadopsi dari teman. Tapi, ia malah bikin gue sesak napas parah. Lafa berbaik hati bawa Pangsit. Waktu bikin lagu itu, gue teringat bahwa gue sempat nggak bisa tidur gara-gara si Pangsit ini. Dia kasak-kusuk terus dan bikin alergi gue benar-benar terangsang dengan liurnya itu.
Gimana pengalaman Danilla mengajak kucing rekaman?
Waktu itu dia gue gendong dan bawa masuk ke studio yang alat-alatnya udah disiapin. Di situ ada gue sama dua rekan gue, Eko dan Suryo. Kami bertiga bagi tugas. Ada yang pegangin mikrofon dan mancing Lupus bersuara. Soalnya, Lupus itu tipe kucing yang jarang ngomong.
Photo
Danilla Riyadi bersama anabulnya. (Danilla Riyadi untuk Jawa Pos)
Apa yang kalian lakukan sampai akhirnya Lupus mengeluarkan suara?
Jadi, pancingannya tuh pakai makanan, tapi nggak kami kasih-kasih. Nah, kalau begitu, nanti ia mau ngomong. Pas ia ngeong-ngeong dan dirasa cukup, baru kami kasih makanannya sebagai reward.
Ke depannya, berarti Danilla ngajak kucing buat duet lagi?
Mungkin iya. Tapi, kalau ada keong, mungkin keong kali yang gue ajak, hahaha.
Sebenarnya apa sih alasan Danilla ngajak kucing rekaman?
Di album Pop Seblay ini gue mau ngasih tahu bahwa Danilla itu kerja nggak sendirian. Kami terdiri atas tim produksi, player, dan yang jagain studio. Di balik kesuksesan seorang artis, ada seseorang yang jauh lebih berperan. Termasuk Lupus yang udah sekitar enam tahunan di studio.
Apa yang bikin Danilla tertarik pada kucing domestik?
Binatang-binatang yang berkeliaran di jalanan itu biasanya menjadi korban pelampiasan orang-orang yang hilang diri atau punya emosi yang udah nggak ketahan. Nah, yang liar dan banyak berkeliaran di sini kan kucing domestik. Mungkin, kalau yang berkeliaran kura-kura, gue lebih suka kura-kura, hahaha.
Wajah Ponco dan Meh juga pernah Danilla jadikan T-shirt untuk diperjualbelikan. Next, akankah muka Lupus yang dipakai?
Coba ya nanti gue tanya manajernya dulu boleh apa nggak. Soalnya kan, Lupus udah jadi penyanyi, jadi lumayan strict untuk berbisnis dengan Mbak Lupus, hahah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
