Film Bioskop Legenda Kelam Malin Kundang (X @jokoanwar)
JawaPos.com - Industri perfilman Indonesia kembali mempersembahkan karya yang mengangkat kisah cerita rakyat. Dongeng atau folklor Malin Kundang yang populer di tengah masyarakat diadaptasi ke layar lebar film Legenda Kelam Malin Kundang.
Karya tersebut diproduksi kolaborasi antara Come and See Pictures, Rapi Films, dan Legacy Pictures. Dijadwalkan tayang pada 27 November 2025 di bioskop seluruh Indonesia.
Film ini menghadirkan tafsir ulang atas folklore Malin Kundang yang selama ini dikenal sebagai kisah anak durhaka. Alih-alih mengulang kisah klasik, film ini menawarkan perspektif berbeda dengan balutan drama misteri yang mencekam. Melalui sudut pandang tokoh utama, penonton diajak masuk ke dalam rahasia kelam yang membongkar sisi lain dari legenda tersebut.
Legenda Kelam Malin Kundang terinspirasi dari cerita rakyat Minangkabau yang populer, tetapi dikemas dengan setting masa kini. Film ini memadukan genre drama, misteri, dan thriller, serta mengikuti kisah seorang seniman lukisan mikro bernama Alif (Rio Dewanto).
Alif (Rio Dewanto), Seorang pelukis yang dikenal lewat karya-karya micro painting mendunia. Hidupnya berubah drastis setelah pulih dari kecelakaan. Setelah pulih dari kecelakaan, dokter mengingatkan bahwa kondisi ingatannya belum pulih sepenuhnya. Saat kembali ke rumah, Alif dijemput oleh istrinya, Nadine (Faradina Mufti), dan anaknya, Emir (Jordan Omar). Dari keduanya, Alif mengetahui bahwa ibunya akan datang berkunjung dari kampung untuk pertama kalinya.
Namun, permasalahan muncul karena Alif tidak lagi mengingat wajah ibunya, bahkan tidak mengingat sama sekali tentang masa lalunya. Saat sosok perempuan itu akhirnya tiba, Alif justru semakin diliputi kecurigaan.
Alif merasakan sesuatu yang janggal dan mulai meyakini bahwa perempuan itu bukan ibunya. Dari titik inilah konflik misterius berkembang, menyeret Alif ke dalam rahasia kelam yang tak terduga.
Film ini disutradarai oleh Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo, dua sineas muda berbakat yang berkolaborasi menghadirkan atmosfer gelap penuh ketegangan.
Naskahnya ditulis oleh Joko Anwar, Aline Djayasukmana, dan Rafki Hidayat. Kehadiran Joko Anwar sebagai penulis sekaligus produser menambah kekuatan film ini, mengingat reputasinya sebagai sineas yang piawai mengolah folklore menjadi tontonan relevan.
Selain Rio Dewanto, film ini juga dibintangi oleh Faradina Mufti, Vonny Anggraini, Nova Eliza, Gambit Saifullah, Jordan Omar, Sulthan Hamonangan, dan Tony Merle. Kehadiran para aktor dan aktris tersebut diyakini memperkuat kedalaman cerita serta menghadirkan emosi yang lebih hidup di layar lebar.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
