Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 19.05 WIB

Film Merah Putih One For All Diduga Pakai Karya Orang Lain Tanpa Izin, Kreator Animasi Mengaku Tak Dihubungi

Karakter animasi Merah Putih One For All diduga hasil curian dari desainer luar negeri (Instagram @vektorkades) - Image

Karakter animasi Merah Putih One For All diduga hasil curian dari desainer luar negeri (Instagram @vektorkades)

JawaPos.com - Film animasi Merah Putih One For All direncanakan akan tayang di bioskop Tanah Air mulai 14 Agustus 2025 mendatang. Namun, film ini dituding menggunakan karya kreator tanpa izin.

Film ini digarap oleh sutradara Endiarto dan Bintang Takari dengan harapan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.

Belakangan, film Merah Putih One For All Menuai kontroversi di masyarakat, terutama di kalangan netizen di media sosial. Ada yang menyoroti kualitas filmnya jelek, dituding memanfaatkan aset milik kreator animasi, hingga pendanaan yang juga menjadi sorotan publik luas.

Di media sosial, ada akun yang mengaku sebagai kreator animasi yang digunakan di film tersebut. Menurut dia, karakter utama dalam film Merah Putih One For All menggunakan karyanya.

Sayangnya, tidak ada tim produksi film ini yang menghubunginya untuk sekadar minta izin menggunakan karyanya.
 
"Terima kasih atas apresiasinya, semuanya dari Indonesia! Untuk menjawab pertanyaan paling umum: Tidak, tidak ada seorang pun dari tim produksi yang menghubungi saya atau memberi saya penghargaan atas penggunaan karakter saya sebagai karakter utama dalam film ini," aku kreator tersebut dalam bahasa Inggris.

Menurut pengakuannya, bukan hanya satu karakter buah karyanya yang digunakan dalam film Merah Putih One For All. Tapi lebih dari 5 karakter. "Mereka telah menggunakan total 6 karakter," paparnya.

Film animasi Merah Putih One For All menceritakan tentang sejumlah anak yang tergabung dalam Tim Merah Putih. Mereka mendapat tugas untuk menjaga bendera pusaka yang akan dikibarkan dalam upacara Kemerdekaan 17 Agustus.

Namun sayangnya, 3 hari sebelum perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, bendera tersebut tiba-tiba hilang secara misterius tanpa diketahui siapa yang mengambilnya.

Delapan anak dari berbagai latar belakang budaya yaitu Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tongkok kompak melakukan pencarian untuk tujuan menemukan bendera Merah Putih yang hilang.

Mereka harus melintasi sungai, hutan, dan bertemu dengan sejumlah penghalang selama di perjalanan.

Mereka harus mampu meredam ego demi tetap pada tujuan awal yaitu menemukan bendera Merah Putih yang hilang supaya dapat dikibarkan pada Hari Kemerdekaan. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore