
Karakter animasi Merah Putih One For All diduga hasil curian dari desainer luar negeri (Instagram @vektorkades)
JawaPos.com - Film animasi Merah Putih One For All direncanakan akan tayang di bioskop Tanah Air mulai 14 Agustus 2025 mendatang. Namun, film ini dituding menggunakan karya kreator tanpa izin.
Film ini digarap oleh sutradara Endiarto dan Bintang Takari dengan harapan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.
Belakangan, film Merah Putih One For All Menuai kontroversi di masyarakat, terutama di kalangan netizen di media sosial. Ada yang menyoroti kualitas filmnya jelek, dituding memanfaatkan aset milik kreator animasi, hingga pendanaan yang juga menjadi sorotan publik luas.
Di media sosial, ada akun yang mengaku sebagai kreator animasi yang digunakan di film tersebut. Menurut dia, karakter utama dalam film Merah Putih One For All menggunakan karyanya.
Sayangnya, tidak ada tim produksi film ini yang menghubunginya untuk sekadar minta izin menggunakan karyanya.
"Terima kasih atas apresiasinya, semuanya dari Indonesia! Untuk menjawab pertanyaan paling umum: Tidak, tidak ada seorang pun dari tim produksi yang menghubungi saya atau memberi saya penghargaan atas penggunaan karakter saya sebagai karakter utama dalam film ini," aku kreator tersebut dalam bahasa Inggris.
Menurut pengakuannya, bukan hanya satu karakter buah karyanya yang digunakan dalam film Merah Putih One For All. Tapi lebih dari 5 karakter. "Mereka telah menggunakan total 6 karakter," paparnya.
Film animasi Merah Putih One For All menceritakan tentang sejumlah anak yang tergabung dalam Tim Merah Putih. Mereka mendapat tugas untuk menjaga bendera pusaka yang akan dikibarkan dalam upacara Kemerdekaan 17 Agustus.
Namun sayangnya, 3 hari sebelum perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, bendera tersebut tiba-tiba hilang secara misterius tanpa diketahui siapa yang mengambilnya.
Delapan anak dari berbagai latar belakang budaya yaitu Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tongkok kompak melakukan pencarian untuk tujuan menemukan bendera Merah Putih yang hilang.
Mereka harus melintasi sungai, hutan, dan bertemu dengan sejumlah penghalang selama di perjalanan.
Mereka harus mampu meredam ego demi tetap pada tujuan awal yaitu menemukan bendera Merah Putih yang hilang supaya dapat dikibarkan pada Hari Kemerdekaan.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
