Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 12.00 WIB

In Memoriam Gustiwiw: Pengusung Genre Endikup itu Telah Tiada


Suasana di rumah duka, jalan Desa Jatiluhur Blok L2 nomor 5, Bekasi, sekitar pukul 14.19 WIB, Minggu (15/6). (Agas Putra Hartanto/Jawapos)

JawaPos.com - Di tengah keceriaan dan kebahagiaan yang dia berikan dengan lagu-lagu jenaka dan sederhana bergenre Endikup (enak di kuping), musisi Gusti Irwan Wibowo alias Gustiwiw berpulang. Pelantun Icik Icik Bum Bum itu meninggal dunia dalam usia 25 tahun di Bandung, Jawa Barat.

Sebelum dimakamkan di TPU Jatisari 2, Bekasi, Minggu petang (15/6), jenazah sempat disemayamkan di rumah duka setelah dipulangkan dari Bandung. Kepergian Gustiwiw mengagetkan banyak orang, baik rekan, kawan, maupun penggemar.

Sebab, musisi yang juga menjadi produser sejumlah lagu itu tampak baik-baik saja dan sehat selama sebulan terakhir. Sabtu (14/6) malam, Gustiwiw bahkan masih aktif di Instagram dengan mengunggah ulang konten dari para penggemarnya di Instagram Story.

Kawan Gustiwiw, komedian Rispo Ananta, mengumumkan di media sosial bahwa kawannya telah meninggal dunia. Menyusul unggahan Rispo, para musisi dan kawan Gustiwiw mengunggah ungkapan belasungkawa di media sosial.

Manajer Gustiwiw, Pinkan, menjelaskan kepergian musisi putra Timur Priyono itu. "Dia jatuh di kamar mandi di Bandung," ujar Pinkan usai pemakaman Gustiwiw.

Pinkan menambahkan bahwa Gustiwiw sedang berada di Bandung untuk sebuah proyek. Begitu jenazah Gustiwiw tiba di rumah duka di Jalan Desa Jatiluhur Blok L2 nomor 5, Bekasi, sekitar pukul 14.19 WIB, ratusan pelayat dari berbagai kalangan berdatangan.

Beberapa di antaranya adalah para komika Pandji Pragiwaksono, Indra Jegel, Abdur Arsyad, hingga Oza Rangkuti. Para musisi pun datang melayat. Beberapa di antaranya adalah Pamungkas dan Kunto Aji.

Kunto mengungkapkan rasa kehilangannya. "Kita kaget semua. Orangnya masih muda juga, sering bergaul ke manamana, nggak pernah kelihatan sakit," ungkap Kunto.

Pelantun Terlalu Lama Sendiri itu mengaku cukup sering bertemu Gustiwiw. Terutama saat tampil di panggung-panggung musik.

Terakhir kali Kunto bertemu Gusti adalah sekitar dua atau tiga pekan yang lalu. “Kami beberapa kali manggung bareng. Kami berada di lingkungan pertemanan yang sama. Jadi, ya sering ketemu,” ujar Kunto. 

Sebagai musisi, Kunto menilai, Gusti sudah menanamkan benih yang sangat baik untuk generasinya. "Ada banyak cara untuk mengenang dia. Terutama lewat karyakaryanya yang luar biasa dan kebaikannya. Itu cara kita untuk merayakan keberadaan dia di dunia," kata Kunto.

Gustiwiw mewarisi darah musik dari ayahnya, Timur yang dikenal sebagai pencipta lagu-lagu jenaka seperti Kawin Silang dan Yang Penting Happy. Kejenakaan dan kesederhanaan lirik itu menurun ke Gustiwiw. 

Musik karya Gustiwiw pun mirip dengan Timur. Keduanya tidak membatasi diri dalam sebuah genre yang ajeg. Pop, dangdut, jazz, Melayu, hingga balada dibaurkan atau diangkat bergantian dalam satu lagu.

Apapun itu, musik karya Gustiwiw cukup mudah dinikmati alias didengarkan, sehingga terbentuklah genre khasnya, Endikup. Kepergian Gustiwiw terasa semakin ironis lantaran sejak beberapa bulan lalu, dia tengah menyiapkan sebuah album baru.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore