Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 September 2024 | 22.04 WIB

Gebrakan Pertama Luna Maya Jadi Produser Eksekutif, Tayangkan Film Sumala di Banyak Negara

ILUSTRASI: Adegan Luna Maya di Film Sumala. (Istimewa) - Image

ILUSTRASI: Adegan Luna Maya di Film Sumala. (Istimewa)

 
JawaPos.com - Luna Maya selama ini hanya menjadi aktris membintangi banyak judul film. Sejumlah film diantaranya berhasil menjadi box office.
 
Luna Maya untuk pertama kalinya menjajal profesi baru sebagai Produser Eksekutif lewat film Sumala yang direncanakan akan tayang di bioskop Tanah Air mulai 26 September 2024 mendatang. 
 
Luna Maya pun membuat gebrakan dengan memutuskan menayangkan film Sumala di sejumlah negara seperti Malaysia, Australia, Selandia Baru, Brunei Darussalam, Singapore, Kamboja, dan Thailand.
 
 
Selain menjabat sebagai Produser Eksekutif, Luna Maya juga membintangi film Sumala bersama Darius Sinathrya dan Makayla Rose Hilli. 
 
Luna Maya mengatakan, menjelang penayangan film Sumala, dirinya sangat deg-degan karena dia harus memikirkan banyak hal. Salah satunya tentang strategi promosi mengingat dirinya harus sangat memikirkan terkait perhitungan bisnis.
 
"Karena kita nggak pernah tahu nanti akan diterima atau tidak sama penonton, kita harus memikirkan promosi dan lain-lain. Sekarang lebih memikirkan angka-angka, tegangnya lebih ke situ sih,"ujar Luna Maya di bilangan Thamrin Jakarta Pusat, belum lama ini.
 
Luna Maya mengaku, dirinya sangat berhati-hati untuk menginvestasikan uang ke dalam project film. Namun, karena dia sudah cukup kenal dengan Rocky Soraya dan rumah produksi Hitmaker Studio, Luna Maya pun merasa yakin untuk berinvestasi di film Sumala.
 
"Karena ini pertama kali investing di film, pasti kita pengen punya proyek yang tepat. Ternyata begini ya rasanya jadi produser," kata Luna Maya.
 
Film Sumala disutradarai oleh Rizal Mantovani. Film bergenre horor ini diangkat dari kisah nyata tentang kejadian pada tahun 1948 di Semarang dimana pasangan suami istri bernama Soedjiman dan Sulastri sangat menginginkan kehadiran buah hati.
 
 
Demi mendapatkan keturunan, Sulastri melakukan perjanjian dengan iblis melalui sebuah ritual khusus. Akhirnya Sulastri pun dinyatakan positif hamil.
 
Sayangnya kebahagiaan yang dirasakan Soedjiman dan Sulastri tidak bertahan lama. Karena anak kembar mereka lahir dalam keadaan cacat. Satu anak berasal dari anak manusia, satu lainnya merupakan anak iblis dengan buruk rupa.
 
Keberadaan anak dalam rumah Soedjiman dan Sulastri tidak membuat mereka merasakan kebahagiaan. Mereka justru mendapatkan kesengsaraan, bahkan membuahkan petaka buat mereka, dan juga pada penduduk sekitar. Apalagi setelah anak kembar yang dibunuh pada saat masih bayi menuntut balas.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore