
Cuplikan serial All of Us are Dead. (Netflix)
SMA Hyosan menjadi area pertarungan. Virus Jonas yang tengah menjadi objek penelitian memantik wabah zombi. Para siswa harus memilih: melarikan diri, bertahan dengan virus di tubuh, atau berubah menjadi sosok monster haus darah.
---
SMA Hyosan tak jauh berbeda dengan SMA di Korea. Siswa tingkat akhir dihadapkan pada persiapan menjelang tes masuk universitas. Ada pula yang fokus di kegiatan olahraga. Sisi gelap sekolah, seperti gosip dan perundungan, juga ada di sana-sini. Namun, suasana itu berubah ketika percobaan salah seorang guru, yang juga seorang peneliti biologi sel, melenceng dari ekspektasi.
Virus Jonas yang diharapkan bisa mengubah ketakutan menjadi kekuatan berhasil. Hanya, persebarannya menjadi tidak diharapkan. Hamster lab yang terjangkit menularkan virus secara tak terduga. Teman sekelas, sahabat, rekan satu ekstrakurikuler, hingga guru perlahan berubah menjadi zombi.
Kepanikan hingga rasa putus asa membuat SMA Hyosan berusaha mencari zona aman. Zombi maupun mereka yang belum terjangkit berupaya bersembunyi. Ada yang nekat menerobos permukiman sekitar. Ada juga yang memilih mengorbankan diri. Namun, apa pun pilihannya, para penyintas –baik yang terjangkit maupun belum– masih dihadapkan pada ketidakpastian. Apakah virus bisa menetap, lalu kambuh? Bagaimana mereka harus menghadapi hari esok?
Kisah zombi tampaknya jadi zona favorit Netflix Korea, menyusul kesuksesan Kingdom dan Alive. Namun, All of Us are Dead hadir membawa angin segar. Serial berdasar webtoon laris itu mengambil sudut pandang siswa SMA dengan segala keingintahuan, gejolak emosi, serta masalahnya. Sutradara Lee JQ menilai, hal itu menjadi kekuatan serial yang tayang mulai 28 Januari tersebut.
’’Kisah zombi memang banyak, tapi semuanya punya pemeran dewasa. Di serial ini, wabah terjadi di tempat yang begitu ’terisolasi’ dengan orang-orang yang begitu muda,” paparnya dalam konferensi pers pada Rabu (26/1). Para warga sekolah pun harus melawan dengan alat yang ada. Mulai meja-kursi, peralatan olahraga, sampai sapu dan pel. Tidak ada pasukan tentara maupun polisi yang mengamankan lokasi.
JQ mengakui ada tekanan karena harus membuat tayangan dari serial komik yang begitu dicintai. All of Us are Dead pun, mau tak mau, juga bakal dibandingkan dengan proyek serupa yang rilis lebih dulu. ’’Tapi, di serial ini, aku ingin menekankan satu poin. Apa sih, sebenarnya, hakikat menjadi manusia? Jadi meski seru, aku ingin drama ini memantik perenungan bagi penonton,” tegasnya.
Sutradara yang melejit lewat serial Beethoven Virus itu seakan menekankan, ada sisi gelap dan terang dari suatu masalah. Berbeda dengan infeksi zombi di proyek lainnya, proses terjangkit tak langsung mengubah penderitanya jadi monster. Perubahannya selalu berbeda. Ada yang cepat, ada pula yang mampu menahan sehingga virus seakan kalah. Merebaknya virus Jonas tak jadi ’’ketok palu”, hidup bakal hancur dan tanpa harapan.
Menurut JQ, All of Us are Dead bakal menjadi tayangan yang seru sekaligus penuh makna. Dia menjanjikan tensi tinggi di 12 episode serial itu. Di serial tersebut, sekolah dan berbagai problem di dalamnya ditampilkan sebagai miniatur masyarakat. ’’Kehidupan muda yang seharusnya jadi menyenangkan dan penuh energi berubah penuh tekanan karena ego kelompok tertentu. Pertanyaannya, apakah wabah (di serial) ini mengakhiri harapan atau justru menjadi awal harapan,” lanjutnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
