Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Januari 2022 | 01.48 WIB

Cerita Zombi dari Sudut Pandang Anak SMA All of Us are Dead

Cuplikan serial All of Us are Dead. (Netflix) - Image

Cuplikan serial All of Us are Dead. (Netflix)

SMA Hyosan menjadi area pertarungan. Virus Jonas yang tengah menjadi objek penelitian memantik wabah zombi. Para siswa harus memilih: melarikan diri, bertahan dengan virus di tubuh, atau berubah menjadi sosok monster haus darah.

---

SMA Hyosan tak jauh berbeda dengan SMA di Korea. Siswa tingkat akhir dihadapkan pada persiapan menjelang tes masuk universitas. Ada pula yang fokus di kegiatan olahraga. Sisi gelap sekolah, seperti gosip dan perundungan, juga ada di sana-sini. Namun, suasana itu berubah ketika percobaan salah seorang guru, yang juga seorang peneliti biologi sel, melenceng dari ekspektasi.

Virus Jonas yang diharapkan bisa mengubah ketakutan menjadi kekuatan berhasil. Hanya, persebarannya menjadi tidak diharapkan. Hamster lab yang terjangkit menularkan virus secara tak terduga. Teman sekelas, sahabat, rekan satu ekstrakurikuler, hingga guru perlahan berubah menjadi zombi.

Kepanikan hingga rasa putus asa membuat SMA Hyosan berusaha mencari zona aman. Zombi maupun mereka yang belum terjangkit berupaya bersembunyi. Ada yang nekat menerobos permukiman sekitar. Ada juga yang memilih mengorbankan diri. Namun, apa pun pilihannya, para penyintas –baik yang terjangkit maupun belum– masih dihadapkan pada ketidakpastian. Apakah virus bisa menetap, lalu kambuh? Bagaimana mereka harus menghadapi hari esok?

Kisah zombi tampaknya jadi zona favorit Netflix Korea, menyusul kesuksesan Kingdom dan Alive. Namun, All of Us are Dead hadir membawa angin segar. Serial berdasar webtoon laris itu mengambil sudut pandang siswa SMA dengan segala keingintahuan, gejolak emosi, serta masalahnya. Sutradara Lee JQ menilai, hal itu menjadi kekuatan serial yang tayang mulai 28 Januari tersebut.

’’Kisah zombi memang banyak, tapi semuanya punya pemeran dewasa. Di serial ini, wabah terjadi di tempat yang begitu ’terisolasi’ dengan orang-orang yang begitu muda,” paparnya dalam konferensi pers pada Rabu (26/1). Para warga sekolah pun harus melawan dengan alat yang ada. Mulai meja-kursi, peralatan olahraga, sampai sapu dan pel. Tidak ada pasukan tentara maupun polisi yang mengamankan lokasi.

JQ mengakui ada tekanan karena harus membuat tayangan dari serial komik yang begitu dicintai. All of Us are Dead pun, mau tak mau, juga bakal dibandingkan dengan proyek serupa yang rilis lebih dulu. ’’Tapi, di serial ini, aku ingin menekankan satu poin. Apa sih, sebenarnya, hakikat menjadi manusia? Jadi meski seru, aku ingin drama ini memantik perenungan bagi penonton,” tegasnya.

Sutradara yang melejit lewat serial Beethoven Virus itu seakan menekankan, ada sisi gelap dan terang dari suatu masalah. Berbeda dengan infeksi zombi di proyek lainnya, proses terjangkit tak langsung mengubah penderitanya jadi monster. Perubahannya selalu berbeda. Ada yang cepat, ada pula yang mampu menahan sehingga virus seakan kalah. Merebaknya virus Jonas tak jadi ’’ketok palu”, hidup bakal hancur dan tanpa harapan.

Menurut JQ, All of Us are Dead bakal menjadi tayangan yang seru sekaligus penuh makna. Dia menjanjikan tensi tinggi di 12 episode serial itu. Di serial tersebut, sekolah dan berbagai problem di dalamnya ditampilkan sebagai miniatur masyarakat. ’’Kehidupan muda yang seharusnya jadi menyenangkan dan penuh energi berubah penuh tekanan karena ego kelompok tertentu. Pertanyaannya, apakah wabah (di serial) ini mengakhiri harapan atau justru menjadi awal harapan,” lanjutnya. 

PERSIAPAN PERANG ZOMBI


- Kru membuat set sekolah empat lantai dengan tinggi 100 meter lengkap dengan peralatan keamanan supaya adegan stunt bisa dilakukan one take.

- Untuk adegan serangan di kantin dan perpustakaan, serangan zombi disiapkan lewat koreografi yang melibatkan sekitar 200 dancer serta cast.

- Chan-young, Lomon, dan In-soo menjalani latihan fisik dan bela diri selama tiga bulan sebelum mulai syuting. In-soo dan Chan-young mengaku - sempat muntah karena latihan, sementara Lomon rehat tiga hari setelah seminggu pertama latihan. Persiapan matang itu membuat mereka melakukan nyaris semua adegan stunt sendiri.

- Syuting adegan serangan selalu diawali dengan geladi resik. JQ meletakkan banyak kamera di satu titik untuk mendapat gambaran ekspresi yang nyata.

TRIVIA


- Dari seluruh cast siswa SMA Hyosan, hanya Park Ji-hu yang masih benar-benar duduk di bangku sekolah. Dia dipanggil bayi malaikat oleh cast lain karena sikapnya yang polos dan sering menampilkan aegyo.

- Wallpaper ponsel Chan-young adalah kutipan dari JQ yang ditulis di buku catatannya. Bunyinya: ’’Samudra tak akan basah karena tetes hujan’’.

- Yi-hyun menilai, aktingnya di episode tujuh saat menggebuk drum seperti ritual dukun. Dia mengaku terlalu mendalami ketika memukul sehingga para cast dan sutradara JQ ngakak ketika memutar ulang adegan.

- Adegan menangis Lomon yang penuh emosi mendapat pujian dari JQ. Dia mengakui, Lomon mampu menunjukkan perubahan karakter yang dia mau.

- In-soo dan Chan-young adalah sahabat baik di dunia nyata. Keduanya sama-sama punya hobi berkaraoke lagu galau. Namun, Chan-young menilai, suara In-soo lebih bagus daripada dirinya.

- Para cast menyebut Yu-mi sebagai angry bird di lokasi syuting. Dia sering membuat porsi adegannya lebih menyebalkan. Setelah cut, Yu-mi juga sering bertanya ’aku sudah menyebalkan belum?’ dan ’apakah kalian sudah marah?’.

- Jae-hyuk menulis sendiri lirik lagu di scene menyanyi. Ketika menulis, dia memikirkan perasaan temannya yang tidak bisa pulang, jauh dari orang tua. JQ mengakui, seluruh kru dan cast yang ada tercekat ketika syuting adegan tersebut.

ALL OF US ARE DEAD


Rating sensor: D17+

Genre: Drama, thriller, horor

Sutradara: Lee JQ, Kim Nam-soo

Penulis naskah: Joo Dong-geun (webtoon), Chun Sung-il

Penyiaran: Netflix

Episode: 12

Tanggal rilis: 28 Januari

Pemeran:

Park Ji-hu: Nam On-jo

Yoon Chan-young: Lee Cheong-san

Cho Yi-hyun: Choi Nam-ra

Lomon: Lee Su-hyeok

Kim Byung-chul: Lee Byeong-chan

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore