
Photo
JawaPos.com - Serial dokumenter Como 1907: The True Story kini sudah tayang di Mola TV. Serial ini menelan dana hingga sekitar Rp 3 miliar. Hal itu diungkapkan Mirwan Suwarso selaku perwakilan Mola TV di hadapan awak media.
"Ya Rp 3 miliar kurang lebih. Biaya paling besar di pemain dan kru selama proses syuting," ujar Mirwan dalam jumpa pers di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (20/4).
Proses produksi dari awal syuting sampai pos produksi membutuhkan waktu selama 1,5 tahun. Pembuatan serial ini cukup panjang karena proses syutingnya menghabiskan waktu satu musim. Serial ini bukan hanya menampilkan pertandingan bola di lapangan, tapi juga mengulik dinamika klub sepak bola ini di belakang layar.
Mirwan mengatakan, kekuatan dari serial Como 1907: The True Story terletak pada jalan ceritanya yang unik.
"Serial Como ini kayaknya orang suka ceritanya ya. Soalnya klubnya nggak terlalu terkenal, pemainnya nggak terkenal. Kalau dibilang pemiliknya orang Indonesia itu cuma disebut 15 detik di depan. Tapi orang banyak yang nonton sejak tayang 3 episode," tuturnya.
Dia juga menuturkan, salah satu pemain serial ini adalah mantan narapidana yang baru keluar dari penjara karena melakukan aksi kejahatan merampok bank. Mirwan menyebut dia adalah pemain sepak bola berkebangsaan Belanda.
"Itu keputusan besar bagi kita apakah memberi dia kesempatan apa tidak. Dan sekarang dia jadi salah satu pemain bintang kita," katanya.
Mirwan mengungkapkan, cerita yang unik dan segala dinamika dari serial ini mirip dengan cerita dalam film Hollywood. Namun bedanya serial ini diangkat dari kisah nyata.
"Kayak pelatih kita habis (pertandingan) seri dihadang fansnya diajak konfrontasi. Konfrontasi di Italia gak main fisik ya. Dari kejauhan memaki-maki tapi pas dekat bilang, lo kenapa? Serial ini membuka mata kita tentang klub di Eropa seperti apa," katanya.
Serial Como 1907: The True Story memang tidak menceritakan klub sepakbola ini sejak awal berdiri. Cerita hanya dibatasi sejak terjadinya proses akuisisi klub oleh grup Djarum Group.
"Dimana kita membersihkan utang-utangnya, membersihkan orang-orang yang kita nggak mau disitu kasarnya, belanja pemain karena pada waktu itu kita gak ada pemain dan peroses persiapan tim untuk menghadapi liga terus kena pandemi. Gitu saja tapi ceritanya menarik dan unik," paparnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022