
Veranda saat membacakan surat kelulusan di graduation ceremony.
JawaPos.com – Salah satu member terfavorit JKT48, Jessica Veranda telah mengundurkan diri dari grup idola terbesar di Indonesia itu. Upacara kelulusannya dilakukan melalui sebuah konser yang digelar di Balai Sarbini, Sabtu (22/4) sore. Selama dua jam, penggemar dihibur sebanyak 22 lagu.
Konser itu, membawakan lagu-lagu yang ikonik dengan Veranda. Misalnya, membawakan Refrain Penuh Harapan. Single yang dinyanyikan setelah dia meraih posisi pertama pada pemilihan member single ke-10. Ada juga Hanya Lihat Ke Depan yang dibawakan setelah menjuarai pemilihan single ke-13.
Lagu lainnya, Apakah Kau Melihat Mentari Senja? itu single pertama yang menjadikan Veranda sebagai center. Veranda juga menyanyikan lagu Perbuatan Angin Malam dengan anggun. Tidak ketinggalan, single ke-16 So Long! yang memang didedikasikan untuk kelulusannya.
Namun, salah satu hal menarik dari graduation ceremony itu adalah, ucapan terima kasih Veranda kepada para penggemar yang sudah menemani selama ini. Ini surat terima kasih Veranda untuk penggemar yang dibacakan dengan backsound lagu Pesawat Kertas 365 Hari selengkapnya sesuai ucapan Veranda:
Terima kasih telah datang ke upacara kelulusanku hari ini. Akhirnya aku bisa bicara ke kalian. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat.
Hari berlalu lebih cepat dari kalender. Rasanya, baru kemarin ikut audisi. Masih menjadi pendiam, malu menyapa atau memulai percakapan. Latihan juga selalu ditemanin sama mama.
Bertemu teman pertamaku, Nabilah. Pertama lihat Kinal, aku panggilnya Kak Devi. Ingat saat pertama dia menghampiriku, ngajak ngobrol, mengajak bercanda bersama. Sampai saat ini, aku bersyukur dia masih menjadi sahabat terbaikku.
Pertama ketemu Kak Melody dan Frieska, aku pikir anak kembar. Dengan Shania, aku memberanikan diri memulai percakapn dengan memuji sepatunya yang kebetulan warnanya biru. Sepatunya bagus ya? terus Shania cuma senyum. Tapi, aku pikir anak ini manis banget ya. Aku ingat waktu itu Shania masih muda banget.
Terus, pertama ngelihat Ayana, aku nggak berani ngajak ngobrol, karena aku pikir dia nggak bisa ngomong Bahasa Indonesia. Terus ingat dulu kalau pulang latihan selalu bareng Gaby dan mamanya. Aku juga ingat, dulu Sonia selalu ngintilin kemana pun Stella melangkah. Gaby. Jujur sebenarnya aku mulai notice Gaby gara-gara waktu audisi dia udah jadi bahan becandaan karena tingkahnya dari dulu ajaib.
Selama itu, aku belajar banyak hal di sini karena semua teman-teman, fans, dan staff nggak pernah nyerah dan sabar ngajarin aku. Belajar untuk terbuka, lebih aktif lagi saat di panggung, bagaimana menjadi performer yang baik, bagaimana menjadi profesional, dan belajar menerima kritik.
Untuk member, mungkin kalian pernah merasa sedih karena waktu kalian habis di sini. Jarang bisa main sama teman, atau kumpul sama keluarga. Tapi percayalah, bila kamu telaah lebih dalam lagi, kamu nggak sia-sia menghabiskan waktu remajamu di JKT48. Bisa di grup ini adalah pengalaman yang tidak bisa dialami oleh semua remaja seusia kita.
Staff selalu menjadi teman dewasa yang selalu membantu kita lebih baik lagi. Selalu sabar dengan sikap masing-masing member yang beragam. Fans telah menjadi sumber penyemangat aku. Aku nggak pernah menyangka, bahwa seorang jessica Veranda bisa memiliki banyak orang yang sayang dan peduli untuknya.
Mereka mau berjuang dan terkadang berkorban untuk mendukung aku. Kalian bahkan telah menjadi inspirasi aku. Untuk aku yang tidak punya teman waktu SMA, kalian adalah keberadaan yang sangat berharga, terimakasih banyak.
Sejak di JKT48, terus terang, aku nggak tahu ke depannya akan menjadi seperti apa. Bahkan, nggak menyangka kalau JKT48 bakal membawa banyak perubahan dalam hidup aku. Grup yang sekarang menjadi bagian terbesar dalam hidup aku.
Dulu, aku seperti orang yang membangun tembok penghalang untuk melindungi diri sendiri. Aku takut melihat hal seperti apa di luar sana. JKT48 pelan-pelan menghancurkan tembok itu. Bahkan tanpa aku sadari tembok yang aku bangun sendiri itu sudah tidak ada. Tembok itu perlahan telah hilang. Dari situ aku menyadari bahwa JKT48 menjadi bagian terpenting dalam hidup aku.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
