Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juni 2017 | 14.55 WIB

Mengenal Sofia Boutella: Mumi Cantik dari Aljazair

PERAN BESAR PERTAMA: Akting Sofia Boutella sebagai mumi Putri Ahmanet dalam The Mummy yang sedang tayang di bioskop. - Image

PERAN BESAR PERTAMA: Akting Sofia Boutella sebagai mumi Putri Ahmanet dalam The Mummy yang sedang tayang di bioskop.


JawaPos.com  – Susah memang move-on dari akting dan rupa menawan Gal Gadot di Wonder Woman. Namun, cerita bintang satu ini juga tak boleh dilewatkan. Sofia Boutella menjadi sedikit bagian yang bagus dari banyaknya kritik buruk yang ditujukan untuk The Mummy.



Sebelumnya, Boutella dikenal lewat perannya sebagai pembunuh berdarah dingin dengan kaki palsu di Kingsman: The Secret Service dan alien petarung di Star Trek Beyond. Belum ada yang membuat namanya menjadi begitu bersinar. Namun, Boutella sudah berada di jalur yang benar untuk meraih nama besar. Setelah The Mummy yang saat ini diputar di bioskop, akting perempuan cantik ini bisa disaksikan bersama Charlize Theron di Atomic Blonde yang dijadwalkan tayang pada pekan keempat Juli mendatang.



Aktris berkebangsaan Aljazair, kelahiran 3 April 1982, tersebut mengawali karir sebagai dancer. Wajah dan tariannya mengisi berbagai klip video, iklan, serta serial TV. Karir cemerlangnya di dunia tari membuat Boutella didaulat Nike sebagai ikon hiphop dan feminitas. Sejak membintangi label sport asal Amerika Serikat tersebut pada 2007, Boutella mulai menjadi sorotan. Dia masuk jajaran penari rangkaian konser Madonna pada 2008, The Confession Tour, dan konser Rihanna. ”Saya terkesan dengannya. Bintang muda ini adalah guru saya. Saya mengagumi kerja keras dan keuletannya,” ucap Madonna sebagaimana dikutip African Success.



Pengagum aktor Fred Astaire itu merupakan anak musisi jazz kenamaan Aljazair, Safy Boutella. Pada usia 10 tahun, dia pindah bersama keluarganya ke Prancis. ”Prancis menawarkan kesempatan buat kami. Saya menjajal banyak hal, mulai latihan gymnastic sampai tari modern,” kata Boutella.



Pada usia 18 tahun, dia masuk tim nasional Prancis untuk event kejuaraan atletik dan senam. Saat itu, dia masuk tim hiphop Vagabond Crew. ”Semua berkembang cepat. Baik sebagai tim atau sebagai solo dancer,” lanjutnya.



Meski sudah lebih dulu dikenal lewat film Kingsman: The Secret Service dan Star Trek Beyond, Boutella terbilang melesat di film The Mummy. Mumi Putri Ahmanet yang dia perankan adalah karakter utama perdananya. ”Karakter ini penting buat saya. Sebab, dia menggambarkan sosok perempuan yang kuat. Tokoh ini sudah melewati banyak hal. Jadi, saya cukup berempati dengan Ahmanet,” ujar Boutella tentang tokoh yang diperankan sebagaimana dikutip LA Times.



Sebagai penggemar genre horor dan film monster, dia melakukan riset mendalam tentang mumi. Boutella banyak berdiskusi dengan sutradara Alex Kurtzman. Selain mempelajari mitologi Mesir, alumnus Berklee College of Music itu banyak melakukan riset tentang raja dan ratu Mesir. ”Sebagai penari, gestur sekecil apa pun menunjukkan emosi. Karena itu, saya ingin masuk ke karakter mumi. Apa yang dia lakukan ketika merasakan sesuatu,” papar Boutella dalam wawancaranya dengan The Independent.



Selain menuntut akting maksimal, karakter yang diperankan menguras fisik. ”Saat diminta bertarung habis-habisan melawan Tom (Cruise, pemeran Nick Morton, Red), saya lumayan keteteran. Apalagi, Tom baik banget. Jadi, beban mental juga buat melawan dia,” ungkapnya. Makin berat lagi lantaran dia harus menggunakan riasan yang pemasangannya memakan waktu enam jam. ”Bagian terburuknya, saya alergi dengan lem yang dipakai untuk menempel prosthetic. Jadi, bisa dibayangkan sendiri seperti apa rasanya,” tuturnya.



Adegan laga bukan hal yang terlalu sulit buat Boutella yang dikenal sebagai break dancer energik. Menurut Boutella, bagian paling menantang adalah justru ketika menjadi mumi yang belum dibangkitkan. ”Sangat mengerikan karena saya dibalut perban betulan dan benar-benar tidak bisa bergerak dan bicara,” paparnya. Ketika peti diusung, dia masih harus menyesuaikan diri agar nyaman. ”Saat peti ditutup, klaustrofobia menyerangku gila-gilaan. Sama dengan Tom ketika dia masuk dalam kantung. Ekspresi takut yang kalian tonton itu beneran,” lanjutnya.



Sayang, totalitas Boutella, termasuk harus mengulang adegan menjilat pipi Cruise sebanyak delapan kali, itu tidak berbalas manis. Plot cerita The Mummy dinilai kurang terorganisasi. Film yang di Rotten Tomatoes hanya diganjar poin 24 persen itu dituding terlalu mengandalkan Tom Cruise. ”Banyak momen yang bagus, tapi secara keseluruhan, berantakan. Lagi pula, untuk apa menampilkan tubuh telanjang Tom di film tentang mumi?” kritik kolumnis The Guardian Peter Bradshaw.



Sementara itu, A.O. Scott, kritikus untuk New Tork Times, menyatakan bahwa film tersebut punya alur yang tidak jelas. Dibanding dengan versi orisinalnya, Dark Universe baru ini harusnya lebih bagus. ”The Mummy mengikuti jejak film action blockbuster abad ke-21 yang membosankan. Film ini layak dikubur secepatnya,” tulisnya. (fam/c16/ayi)




Editor: Dwi Shintia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore