alexametrics

Meresmikan Hari Lahir Bahasa Indonesia

Oleh Holy Adib
30 Agustus 2020, 13:29:31 WIB

Negara dan bangsa Indonesia berutang budi terhadap bahasa Indonesia. Sebelum kemerdekaan, bahasa ini digunakan sebagai alat perjuangan dan sarana pemersatu melawan penjajah.

SETELAH kemerdekaan, bahasa ini berfungsi dalam hampir semua aspek kehidupan, seperti penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pendidikan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, pengembang kebudayaan nasional, serta dipakai dalam bidang hukum dan penyebaran informasi melalui media massa. Utang itu, meskipun tidak ada penagihnya, tidak dapat kita bayar. Yang dapat kita lakukan untuk membalas budi itu ialah menghormati dan mengingat sejarah lahirnya nama bahasa Indonesia, salah satunya dengan memperingati hari lahirnya setiap tahun.

Mengapa hari lahir (nama) bahasa Indonesia perlu diperingati? Nama bahasa Indonesia tidak muncul begitu saja, tetapi ada penciptanya. Disetujuinya nama bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan juga melalui perdebatan.

Memilih Hari Lahir Bahasa Indonesia

Pertanyaannya, setiap tanggal berapa dan bulan apa hari lahir bahasa Indonesia diperingati? Ada lima pilihannya. Berikut ini kelima pilihan itu.

Pertama, 28 Oktober 1928. Tanggal ini mengacu pada Kongres Pemuda II. Salah satu butir kongres tersebut ialah Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Kedua, 18 Agustus 1945. Menurut Harimurti Kridalaksana dalam Masa Lampau Bahasa Indonesia (1991), bahasa Indonesia secara yuridis resmi diakui adanya pada 18 Agustus 1945 karena UUD RI 1945 pasal 36 menyebutkan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia.

Baca juga: Bahasa dan Nama Klub Sepak Bola

Ketiga, 2 Mei 1926. Tanggal ini mengacu pada usulan M. Tabrani pada Kongres Pemuda I. Ia mengusulkan nama bahasa Indonesia dalam butir ketiga ikrar pemuda untuk menentang usul M. Yamin yang menyebut bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. Dalam Anak Nakal Banyak Akal (1979) Tabrani menceritakan bahwa ia menolak nama bahasa Melayu sebagai nama bahasa persatuan karena kalau tumpah darah dan bangsa disebut Indonesia, bahasa persatuannya disebut bahasa Indonesia, bukan bahasa Melayu.

Keempat, 10 Januari 1926. Pada tanggal inilah kali pertama nama bahasa Indonesia muncul dalam sejarah Indonesia, yakni pada tulisan Tabrani yang berjudul ’’Kasihan’’ di koran Hindia Baroe. Dikutip dari T.D. Asmadi dalam tulisan ’’Langkah Besar Tabrani’’ (Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik: Perkuat Pengawasan, 2019), dalam tulisan itu Tabrani menulis, ’’Atau dalam bahasa Indonesia’’ ketika menerjemahkan sebuah syair dalam bahasa Belanda. Tak ada tambahan apa-apa karena topik tulisan itu tentang tindak-tanduk orang-orang Indo (keturunan campuran Eropa dan pribumi).

Baca juga: Kata Radikal dan Anakronisme Makna

Kelima, 11 Februari 1926. Pada tanggal ini Tabrani menulis artikel di Hindia Baroe yang berjudul ’’Bahasa Indonesia’’. Dalam tulisan ini Tabrani khusus membahas nama bahasa Indonesia dalam konteks perjuangan. ’’Maka maksoed kita dengan pergerakan penerbitan bahasa Indonesia itoe lain tidak soepaja pergerakan persatoean anak-Indonesia akan bertambah keras dan tjepat,’’ katanya. Ia menutup tulisan itu dengan kata-kata pembakar semangat: ’’Bangsa dan pembatja kita sekalian! Bangsa Indonesia beloem ada. Terbitkanlah bangsa Indonesia itoe. Bahasa Indonesia belum ada. Terbitkanlah bahasa Indonesia itoe. Karena menoeroet kejakinan kita kemerdekaan bangsa dan tanah air kita Indonesia ini teroetama akan tertjapai dengan djalan persatoean anak-Indonesia jang antara lain-lain terikat oleh bahasa Indonesia.’’

Semua tanggal itu layak dipilih sebagai hari lahir bahasa Indonesia. Menurut Kridalaksana (1991), dari sudut sosiologis bahasa Indonesia boleh dianggap ’’lahir’’ atau diterima eksistensinya dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Penerimaan itu menyebabkan orang Indonesia melihat bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan bangsa Indonesia, dan bukan bangsa lain, sebagai bahasa yang lain daripada bahasa Melayu. Jadi, menurut Kridalaksana dalam Masa-Masa Awal Bahasa Indonesia (2009), 28 Oktober 1928 adalah hari penerimaan dan pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa bangsa Indonesia. Tanggal 18 Agustus 1945 juga kuat secara hukum sebagai hari lahir bahasa Indonesia. Namun, tanggal ini telah ditetapkan sebagai Hari Konstitusi Indonesia berdasar Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2008. Adapun 2 Mei 1926 merupakan kandidat yang sangat kuat sebagai hari lahir bahasa Indonesia. Kridalaksana (2009) dengan tegas mengatakan bahwa 2 Mei 1926 merupakan hari lahir bahasa Indonesia. Sementara itu, 10 Januari 1926 cukup beralasan sebagai hari lahir bahasa Indonesia karena pada tanggal itu nama bahasa Indonesia muncul kali pertama. Namun, nama bahasa Indonesia muncul pada tanggal itu tanpa semangat politik dan perjuangan. Saya mengusulkan 11 Februari 1926 sebagai hari lahir bahasa Indonesia karena pada tanggal itu nama bahasa Indonesia dijelaskan oleh Tabrani sebagai alat perjuangan dan identitas bangsa Indonesia.

Baca juga: Bantuan untuk Pemegang Kartu Prakerja

Badan Bahasa (Kemendikbud) pada tahun kemarin mengusulkan Tabrani sebagai pahlawan nasional yang menggagas nama bahasa Indonesia, tetapi belum dikabulkan. Barangkali penetapan Tabrani menjadi pahlawan hanya menunggu giliran. Sejalan dengan itu, Badan Bahasa sebaiknya juga menentukan hari lahir bahasa Indonesia dengan memusyawarahkannya bersama pihak-pihak terkait, lalu mengusulkannya kepada pemerintah. (*)

HOLY ADIB (JAWA POS)

*) HOLY ADIB, Mahasiswa Pascasarjana Linguistik Universitas Andalas

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads