
ILUSTRASI
Kau tak mengenal Aling lantaran beberapa waktu setelah dilempar bom molotov itu dia dan seluruh keluarganya bedol desa terbang ke Amerika. Aling juga tak sempat mengenalmu, anak kawan karibnya yang tak sempat ia temui lantaran pergi mencari suaka. Mungkin andai Aling mengenalmu dan mendengar namamu saat kau lahir, dia bakalan berteriak seperti melihat hantu. Sebenarnya beberapa tahun lalu aku sempat menemui Aling saat berkunjung ke Amerika. Dia telah berkeluarga, memiliki anak, suami setia dan hidup nyaman di Massachusetts. Saat bertemu dengannya, aku lupa menceritakan tentangmu. Mungkin lain kali kalau aku berkesempatan ke Amerika lagi akan kuceritakan tentangmu. Seorang pemuda dengan nama lahir Rahwana.
***
Kau selalu marah dengan ibumu. Itu kuketahui tanpa harus mendengarnya dari bibir ibumu. Ada waktu dia menceritakan tentang tabiatmu, tapi tak kulihat raut sedih di sana.
”Rahwana ngamuk lagi.” Begitu ujar ibumu saat bertemu denganku. Dia membawa kabar bahwa kau mengamuk lagi setelah minggu lalu pun begitu.
”Mengapa anakmu mengamuk?”
Aku bertanya lantaran kau selalu memiliki alasan berbeda-beda saban kali mengamuk.
”Dia mendapatkan KTP. Usianya sudah 17, katanya orang-orang di kecamatan menertawakan namanya. Dia malu dan bersusah hati. Kukatakan bahwa nama Rahwana itu baik. Dia tak percaya, lalu marah dan membolos tak mau pergi les bahasa Inggris.”
Aku ingin membelamu bahwa andai aku dirimu tentu juga akan marah. Aku juga tak menyalahkan orang-orang kantor kecamatan, tentu nama tak lazim itu membuat mereka akan tertawa terpingkal-pingkal lantaran geli dan heran.
”Tentu dia marah. Pasti malu, kaubayangkan saja bagaimana orang-orang menertawakan namanya. Sungguh, nama hanya satu kata dan tak biasa pula.”
Ibumu hanya tertawa pendek. Dia menggeleng-gelengkan kepala dan bergumam beberapa kali bahwa namamu itu bagus sekali. Nama yang langka, dan mungkin tak ada duanya.
Kau tentu akan selalu kesal dengan nama itu. Sungguh menyandang nama seorang raja jahat dan buruk rupa bukan perkara gampang. Selama bertahun-tahun mengenalmu, aku sering kali mencari jawaban mengapa ibumu memberimu nama itu. Namun tak kunjung kutemukan jawabannya, ibumu selalu tak jujur bahkan ada waktu dia seolah bermain rahasia. Barulah beberapa waktu lalu saat kutemui ia di rumah sakit, kudapatkan jawabannya.
Aku tak tahu apakah menyoal cerita ibumu akan kauterima, namun ada baiknya kautahu mengapa namamu Rahwana bukan nama lain. Menurut ibumu, kisah cinta Rama, Sita, dan Rahwana sesungguhnya rumit. Rama digambarkan sebagai sosok sempurna, sebagai jelmaan Dewa tentu ia tanpa cacat cela. Kisah cintanya kepada sang istri Sita selalu menawan. Cinta nan murni tak ubahnya anggrek hutan yang belum dijamah tangan manusia. Sita, perempuan molek dengan keagungan Dewi, bagai teratai di danau cantik, anggun dan selalu memesona. Lalu muncullah Rahwana, tokoh antagonis berwatak buruk begitu pula rupanya. Sosok menakutkan dan demikian menggandrungi Sita. Sampai satu hari kau tentu tahu, Rahwana menculik Sita lalu membawanya ke Alengka.
Kisah cinta itu berakhir dengan terbakarnya Alengka, Rahwana tumbang dan Sita kembali kepada Rama. Namun meski istri tercinta telah kembali, Sita tetap diragukan kesuciannya oleh Rama. Maka kita tahu juga ada tragedi Sita Obong. Sang dewi ingin membuktikan ketulusan dan kemurnian cintanya lewat lalapan api yang nyatanya tak bisa membakar kulitnya.
”Lalu mengapa kau begitu terobsesi dengan Rahwana. Bukankah kautahu dia seburuk itu.” Aku kembali bertanya untuk kali kesekian.
”Kautahu bahwa menurutku cinta Rahwana lebih murni dari Rama. Dia mencintai Sita dengan teramat tulus, sedangkan Rama bahkan tak menaruh percaya kepada istrinya sendiri.”

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
