Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Januari 2018 | 23.32 WIB

Kisah Angker dan Seram di TPU Karet Bivak

TPU Karet Bivak - Image

TPU Karet Bivak


Saking takutnya dia sampai bersembunyi kantornya lalu mengunci pintu dan ngumpet di bawah meja kantor. "Itu karena saking takutnya," lanjutnya.


Belum selesai bercerita Andri melanjutkan bahwa dirinya juga pernah melihat hal aneh lainnya. Saat berhaga malam dan keliling makam, dirinya melihat seorang nenek lagi menyapu di sekitar makam. "Ada juga makam yang terbelah. Ngeluarin cahaya juga kayak api. Ngga tau itu pusaka atau apa," ujarnya semangat.


Namun begitu dirinya tidak kapok dan melakoni pekerjaannya sebagai polsus dengan santai. "Disyukuri saja mas," katanya tersenyum.


Di TPU Karet Bivak juga ada profesi yang bertugas mengajikan makan dikala ada yang berziarah. Mereka biasanya menggunakan baju muslim dan sarung. Tidak ketinggalan, mereka juga membawa payung untuk menghindari panas dan hujan.


Agus, 60, salah satu yang melakoni profesi tersebut. Sudah 30 tahun dia mengerjakan hal tersebut. Dari profesi itulah dia mencari nafkah untuk keluarganya. "Ya kayak tadi mas, menawarkan jika perlu. Kalau tidak ya kita tidak memaksa," kata Agus saat sambil bersantai di pintu masuk makam.


Kadang dalam sehari dia tidak mendapatkan uang serupiah pun, karena tidak ada yang menggunakan jasanya. Menurutnya memang pekerjaan ini tidak mudah, namun dia tidak terlihat putus asa sekalipun. Namun untuk melakoni hal tersebut haruslah paham agama sebelumnya. "Mereka yang bekerja seperti ini rata-rata dulunya adalah pesantren," pungkas Agus.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore