Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 November 2017 | 23.06 WIB

Mampir ke Warung Isi Peluru, Dokter Helmi Peragakan 23 Adegan

Suasana rekonstruksi tersangka dokter Helmi yang tembak mati istrinya. - Image

Suasana rekonstruksi tersangka dokter Helmi yang tembak mati istrinya.

JawaPos.com - Direskrimum Polda Metro Jaya melakukan prarekonstruksi kasus penembakan dengan tersangka dokter Ryan Helmi (41) di klinik Azzahra Medical Center, Cawang, Jakarta Timur. Pelaku menembak istrinya sendiri, dokter Letty Sultri (46).


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, penyidik telah melakukan prarekonstruksi sebanyak 23 adegan. "Ada 23 adegan yang sudah dilakukan oleh penyidik," kata Argo Yuwono di TKP, Senin (13/11).


Argo menjelaskan, adegan pertama pelaku berangkat naik ojek daring dari wilayah Bekasi. Saat itu, dia sudah mempersiapkan dua senjata api jenis Revolver dan Five Seven (FN). Kedua senpi itu disimpan di dalam tas.


Di tengah jalan, pelaku berhenti sejenak di sebuah warung dekat kantor Wali Kota Jakarta Timur. Pelaku mengisi peluru di kedua senpi miliknya. "Adegan pertama dan kedua pelaksanaannya di Polda Metro Jaya, saat berangkat dan saat di warung untuk melakukan pengisian peluru senpi," ujar Argo.


Argo menjelaskan, pelaku memeragakan 20 adegan di lokasi kejadian. Mulai turun dari ojek daring, melakukan penembakan, hingga kembali lagi ke ojek daring. Pelaku melakukannya dengan tidak panik. "Adegan ketiga sampai 22 ada di lokasi kejadian," ucap Argo.


Mantan Kabid Humas Polda Jatim itu menyebut, korban meninggal pada adegan ke 18 dan 19. Sementara itu, adegan ke 23 merupakan adegan terakhir yang dilakukan oleh pelaku saat dia menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. "Pelaku pada adegan ke 23 langsung menyerahkan diri, ia membayar tukang ojek seharga Rp 58 ribu," tutur Argo.


Argo menyebut, setelah prarekonstruksi selesai dilakukan, pihaknya baru bisa menyimpulkan hasil rekaan yang dikakukan oleh pelaku. "Jadi nanti penyidik yang akan menganalisis apakah ada kesesuaian antara keterangan tersangka, prarekonstruksi, dan keterangan dari saksi. Apakah juga masih ada keterangan saksi lain yang masih dibutuhkan," tutur Argo.


Hingga saat ini, kata Argo, penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya telah memeriksa delapan orang saksi dari insiden keji tersebut. "Saat ini penyidik sudah memeriksa delapan orang saksi," jelas Argo.


Sebelumnya diberitakan, seorang dokter bernama Letty Sultri tewas tertembak di tempat kerjanya di klinik Azzahra Medical Centre, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (9/11). Lety ditembak sebanyak enam kali oleh pelaku hingga tewas ditempat sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit.


Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Andry Wibowo mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB siang.


"Itu Azzahra klinik, yang Jatinegara Keroncong, deket Polsek Jatinegara itu loh arah Cililitan. Korban meninggal," kata Andry Wibowo saat dikonfirmasi, Kamis (9/11)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore