Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Maret 2017 | 06.04 WIB

Sebatang Kara, WN Inggris Menggelandang di Jakarta

Ken, gelandangan asal Inggris yang tinggal sebatang kara ketika ditemukan petugas Dinsos DKI Kasihan. - Image

Ken, gelandangan asal Inggris yang tinggal sebatang kara ketika ditemukan petugas Dinsos DKI Kasihan.

JawaPos.com - Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan mengamankan seorang gelandangan di musala kawasan Jalan BDN 1 Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Gelandangan ini cukup menyita perhatian petugas, karena dia pria itu berkewarganegaraan dari Inggris.


Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Mursidin mengatakan, pria bernama Kenneth William Carl (59) atau biasa disapa Ken ini dilaporkan warga di daerah tersebut karena kerap tidur di musala.


"Mendapat laporan itu, petugas kami segera menuju lokasi dan menyelamatkan bapak Ken. Sekarang kami sudah bawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya, Jakarta Barat," ucap Mursidin saat dihubungi, Sabtu (25/3).


Di panti itu, imbuhnya, Ken akan diberikan kebutuhan makan, minum, dan pakaian. Di sana dia akan di-assesmen sambil mencari jalan keluar yang terbaik untuknya.


Berdasarkan identifikasi, kata Mursidin, Ken sudah 17 tahun berada di Indonesia. Awalnya dia bekerja di Indonesia pada perusahaan yang  bergerak di bidang investasi.


Karena sudah lama tinggal di Indonesia, dia pun menikah dengan orang Solo, Jawa Tengah. Dari pernikahan itu dia tidak memiliki anak. Pada tahun 2013, perusahan tempatnya bekerja mengeluarkan peraturan bahwa batas usia pekerja hanya sampai 55 tahun.


Dengan adanya peraturan baru itu, Ken di-PHK. Sebab usianya di atas batas usia tersebut. Akhirnya dia tidak dapat lagi bekerja. Sudah beberapa perusahaan didatanginya untuk mencari pekerjaan, tapi tidak ada bisa menerimanya dengan alasan, usia terlalu tua.


Karena sudah tidak bekerja, uang simpanan hasil bekerja yang selama ini mulai berkurang. Ditambah pada pertengahan 2015 istrinya terserang kanker dan harus dirawat di rumah sakit.


Beberapa bulan kemudian istrinya meninggal dunia dan menelan biaya rumah sakit hampir dua milyar rupiah. Itu membuat Ken terpuruk.


Beberapa cara dia coba lakukan seperti meminta kiriman uang dari istrinya yang ada di London. Sampai dia pun meminta pihak kedutaan untuk mengirimnya pulang ke negaranya agar bisa menjual aset yang dia miliki.


Pihak kedutaan sendiri hanya menyuruh Ken untuk menunggu tanpa ada kepastian. Sekarang dia sudah tidak memiliki tempat tinggal, pekerjaan, dan saudara. Dia hanya bisa menunggu belas kasih dari orang-orang yang mau memberinya makan.


"Petugas kami menyampaikan kepadanya bahwa tujuan kami ingin membantu masalah yang dia hadapi. Salah satunya adalah agar tidak tidur di sembarang tempat. Ia sangat menghargai kami selaku petugas sosial dan dengan senang hati ikut kami ke panti," tutu Mursidin. (uya/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore