
Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono
JawaPos.com - Polisi masih menyelidiki demontrasi ratusan pemuda berjaket almamater di depan rumah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan, Senin (6/2) siang. Setelah sempat berorasi sambil berteriak ”Tangkap SBY.. Tangkap SBY!” unjuk rasa itu dibubarkan paksa polisi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menegaskan, kalau demonstrasi itu dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada pihak kepolisian. ”Mereka yang berdemo itu tidak ada izin pemberitahuan ke kepolisian, makanya kita bubarkan,” lontar Argo di Mapolda Metro Jaya, kemarin (7/2).
Dia menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk memastikan siapa sebenarnya yang berdemo dan siapa yang berada di belakang aksi demo tanpa izin itu. Termasuk menyelidiki siapa pemilik mobil Nissan Terano warna hitam yang diduga sebagai mobil pengangkut logistik bagi para pendemo.
Sebab, saat ditinggalkan mobil tersebut diketahui membawa ratusan dus makanan dan minuman mineral yang tertinggal di depan rumah SBY. ”Yang jelas kami belum bisa mengidentifikasi mereka (mahasiswa atau bukan). Masih kami selidiki, termasuk sedang kami cari korlap demo itu," katanya.
"Sampai saat ini belum ada yang ditahan, cuma ada satu mobil yang diamankan di Mapolda Metro Jaya. Akan ada pemanggilan terhadap pemilik mobil untuk mengetahui keterkaitannya dengan massa pendemo,” terang Argo.
Terkait beredarnya informasi kalau pemilik mobil tersebut adalah anggota DPR RI dari Fraksi PDIP bernama Adian Napitupulu langsung ditepis polisi. Menurut Argo mobil yang diamankan itu berpelat nomor B 2124 ZO, sedangkan mobil Nissan Terano milik Adian Napitupulu diketahui berpelat nomor AD 1 AN.
”Mobil saya pelat nomornya Solo, yaitu AD 1 AN,” kata Adian saat dikonfirmasi. Argo menambahkan, pemilik mobil tersebut diketahui sudah berpindah alamat dan alamat terkini belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. ”Alamat yang tertera di STNK sudah kami datangi, tapi pemilik mobil tidak ditemukan karena alamat pemiliknya sudah pindah sejak 5 tahun lalu,” tandas Argo.
Untuk diketahui, aksi demo tersebut terjadi Senin (6/2) siang pukul 14.45, dimana ratusan mahasiswa mengenakan beragam jaket almamater tiba di kawasan Jalan Mega Kuningan Timur VII menggunakan puluhan kendaraan, termasuk 10 bus dan metromini.
Mereka berhenti sekitar 50 meter dari rumah SBY dan langsung menggelar orasi. Mereka juga meneriaki ”Tangkap SBY… Tangkap SBY !” berkali-kali. Beruntung 20 menit kemudian ratusan personel polisi dari Mapolres Jakarta Selatan langsung datang ke lokasi dan membubarkan aksi unjuk rasa liar itu. (ind/yuz/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
