Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Februari 2017 | 13.42 WIB

Ngamuk! Ambil Tisu, Kaus Kaki dan Bantal Lalu Bakar Mobil Sendiri

TANDA PROTES: Inilah mobil Mamat yang dibakar sendiri gara-gara jengkel diderek petugas Dishubtrans Jakpus. - Image

TANDA PROTES: Inilah mobil Mamat yang dibakar sendiri gara-gara jengkel diderek petugas Dishubtrans Jakpus.


JawaPos.com - Mamat, warga di sekitar Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat, ngamuk. Tak tanggung-tanggung, dia meluapkan emosinya dengan cara membakar mobilnya sendiri. Gara-garanya, mobil minibus miliknya hendak diderek anggota Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) Jakarta Pusat (Jakpus), Jumat (3/2). 



Kebakaran tersebut sempat merambat ke bagian belakang mobil derek. Selain itu, dengan emosional, Mamat melempar batu ke arah kaca mobil derek tersebut hingga pecah. Kini dia harus berurusan dengan polisi. 



Peristiwa itu bermula ketika anggota Dishubtrans Jakpus melakukan operasi rutin di seputar Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat. Di sana, petugas menemukan sejumlah mobil yang terparkir di bahu jalan. Kasudin Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) Harlem Simanjuntak menyatakan, setiap hari pihaknya memang melakukan penindakan terhadap kendaraan yang parkir sembarangan di wilayah Jakpus. 



"Kebetulan tadi tim tindak mengarah ke Jalan Paseban Raya. Banyak kendaraan yang parkir sembarang. Alhasil, kendaraan ini diderek," ungkapnya kemarin. 



Saat menyadari mobilnya diderek, Mamat berdebat dengan petugas. Kendati Mamat bersikeras menolak, petugas tetap membawa mobilnya. Dia akhirnya tidak terima mobilnya diderek. Dia pun membakar mobilnya dengan tisu, kaus kaki, dan bantal. Setelah itu, Mamat memecahkan kaca kendaraan derek sebelah kiri dan kanan. "Untung, mobil tua Carry bernopol A 1346 FS yang terbakar itu hanya sedikit mengenai bagian belakang mobil derek," ungkap Harlem. 



Dia menambahkan, Mamat beserta warga yang lain sering menjadikan area bibir jalan sebagai tempat parkir. Informasi tersebut didapatkan Harlem melalui aplikasi Qlue serta pesan berantai di WhatsApp.



Sementara itu, sejumlah warga menuturkan bahwa Mamat marah karena memang tidak ada tempat parkir mobil lagi. Gang rumahnya terlalu sempit untuk dilewati mobil. Jadi, tiap hari dia memarkir mobilnya di pinggir jalan. 



Setelah membakar mobilnya, Mamat langsung melarikan diri. Bahkan, dia tidak berada di tempat ketika anggota Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat menyambangi rumahnya. "Pokoknya habis bakar mobil, yang bersangkutan langsung kabur," kata Kasatreksrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung.




Menurut dia, pihaknya langsung memburu Mamat setelah menerima laporan pembakaran itu. Tahan melanjutkan, Mamat mulai membakar mobilnya pukul 08.45 karena tidak terima mobilnya yang diparkir di pinggir jalan diderek. Pukul 09.00 dua unit mobil damkar dari pos Johar Baru berhasil memadamkan api dalam waktu 10 menit. "Sedang kami selidiki," ujarnya. (gum/c24/ano) 

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore