Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Februari 2018 | 19.57 WIB

Pedagang Sayur Asal Sleman Ini Sekolahkan Anak Hingga S2 di Inggris

Janu Muhammad melepas kepergian umrah kedua orang tuanya, Ngadiyo dan Lasiyem di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. - Image

Janu Muhammad melepas kepergian umrah kedua orang tuanya, Ngadiyo dan Lasiyem di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

JawaPos.com - Ngadiyo, 52, dan Lasiyem, 52, sepasang suami istri sederhana yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang sayur di Pasar Sleman, Yogyakarta akhirnya bisa berangkat menunaikan ibadah umrah, setelah bekerja keras membesarkan kedua anaknya dengan pendidikan yang cukup tinggi.


Oleh: Reyn Gloria


Pasutri ini sehari-hari menyiapkan sayur-mayur untuk diperjual-belikan sejak pukul tiga dini hari untuk dijual di pasar. Biasanya mereka harus menumpang sepeda motor bebek menuju Pasar Sleman dan pasangan setengah baya ini selalu bersemangat berjualan walau menembus dinginnya pagi.


Ada pembagian tugas dalam berjualan, Ngadiyo terbiasa untuk mengangkat sayur-sayuran, sedangkan istrinya, Lasiyem menata sayur dengan cantik sehingga dapat memikat para pembelinya. Sibuknya pasutri ini terus berlanjut hingga matahari terbit. Bahu-membahu, pasutri ini bergantian dalam melayani dan menjamu pembelinya.


Namun seiring sedikitnya pengunjung ke pasar semakin siang, pemasukan Ngadiyo dan Lasiyem kian berkurang. Azan Duhur pun menjadi pertanda pasutri ini untuk bergegas pulang membereskan dagangan sayuran yang sisanya disimpan di dalam kios pasar. Hal ini rutin dilakukan kedua pasangan suami isteri ini.


"Sejak mengalami kecelakaan, bapak berhenti menjadi kuli bangunan, lalu membantu ibu berjualan sayur. Jadi sejak kecil saya sudah terbiasa beraktivitas sejak pagi," ungkap anak sulungnya, Janu Muhammad saat ditemui JawaPos.com, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (1/1) kemarin.


Buah kerja keras mereka membuahkan hasil, Ngadiyo dan Lasiyem dapat membiayai pendidikan anak-anaknya, Janu Muhammad dan Isti. Meskipun Ngadiyo sebagai bapak tidak tamat SD, tetapi semangat anak sulungnya Janu untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin tidak berhenti.


"Nasihat beliau salat jamaah wajib, jujur adalah mata uang yang berlaku, harus selalu dipegang. Kemudian rendah hati dan pantang menyerah kerja keras. Jadi dari kecil, saya diajarkan mandiri sama adik saya. Jarang minta ini itu, memang kami dilatih seperti itu," cerita Janu dengan tersenyum.


Prestasi Anak Sulung Ngadiyo dan Lasiyem


Janu merupakan anak berprestasi sejak kecil, bahkan ia menceritakan usaha dan doa dari orang tuanya kunci dari dia dapat memperoleh pendidikan yang tinggi. Janu meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun 2015. ”Alhamdulillah, saya sudah tidak minta uang kepada orang tua lagi sejak tahun kedua kuliah di UNY,” ucapnya semringah.


"Kalau saya Alhamdullilah dari SD sampai Kuliah itu tanpa tes, selalu dimudahkan dan dibukakan jalannya. Sewaktu kuliah, saya lolos SNMPTN Undangan dan Alhamdullilah sejak SMA saya dapat penghargaan poin plus jadi beasiswa bebas SPP beberapa bulan gitu. S1 saya dapat beasiswa Program Peningkatan Prestasi Akademik Dikti dan ada bulanan," paparnya.


Setelah lulus S1, Janu melanjutkan studinya jurusan Research in Human Geography di University of Birmingham, Inggris berbekal beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selain kuliah, Janu juga aktif di beberapa bidang. Dia terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar dan Masyarakat Indonesia Birmingham 2016-2017. "Meskipun kamu aktif di kampus, tetapi nilai kuliah juga harus bagus," ucap Janu mengenang nasihat orang tuanya.


Ia juga menjadi Student Representatives College of Life and Enviromental Science. Posisi ini menjadikannya sebagai satu-satunya wakil mahasiswa se-Asia Pasifik di kampusnya. Belum lagi, pria yang pernah terpilih sebagai salah satu Calon Pemimpin Muda Potensial Indonesia versi Mckinsey ini juga terus tampil di beragam konferensi geografi internasional.


Sulung dari dua bersaudara ini tercatat sebagai anggota peneliti muda di Internasional Geographical Union, Royal Geographical Society, dan Regional Studies Association. Ketiganya merupakan organisasi internasional yang fokus pada kajian riset di bidang geografi dan studi kawasan.


Sepanjang menuntut ilmu di Negeri Britania Raya itu, Janu telah menghadiri konferensi internasional di Paris, India, Cardiff, Cambridge, dan beberapa kota di Inggris. Di sebagian dari konferensi tersebut, ia tampil sebagai pembicara.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore