
Ilustrasi
JawaPos.com – Kisah tragis yang terjadi pada Pahinggar Indrawan, warga Jagakarsa mengejutkan masyarakat dan netizen. Indra nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri dan disiarkan secara langsung di media sosial Facebook. Kasus ini tentu akan berdampak buruk pada kondisi psikologis anak-anak Indra.
“Saat sudah besar nanti, anak-anak Indra akan sulit percaya sama yang namanya cinta, sulit trust with love. Padahal cinta itu basic needs, anak-anaknya akan jadi dingin. Enggak percaya hadirnya cinta,” tegas Psikolog Universitas Indonesia (UI) Nisfie M Hoesien kepada JawaPos.com, Minggu (19/3).
Nisfie menilai kasus bunuh diri pasti menjadi titik akumulasi dari depresi dan frustasi yang dialami Indra sebelumnya. Menurutnya, pasti sebelum ini sudah seringkali terjadi keributan antara Indra dan istrinya. “Sehingga anak akan menilai, buktinya orang tua saya begini. Jadi anak-anak Indra tak percaya soal cinta,” katanya.
Apalagi, lanjutnya, jika anak selalu dianggap menjadi biang keladi dalam pertengkaran. Hal itu akan membuat anak menganggap kehadirannya adalah sebuah masalah.
Pemerintah sudah menegaskan agar video tersebut tak boleh lagi beredar di masyarakat. Namun hal itu pasti sulit dilakukan karena sudah banyak pihak yang memiliki rekamannya setelah menjadi viral. Anak-anak Indra bisa saja melihat rekaman itu suatu hari nanti.
“Sama halnya dengan video pornografi, tutup saja akunnya situsnya, tapi kan semampu apa sih punya power sampai ke kebijakan itu. Tapi yang penting, ini persoalan para orang tua develop anak-anaknya menuju remaja, jenjang karir dan pernikahan,” katanya.
Nisfie menegaskan sebuah perkawinan pasti memiliki konsekuensi tetapi ini merupakan pekerjaan rumah yang utama jangan sampai menunggu anak-anak tumbuh besar. Anak-anak Indra, kata Nisfie, saat ini harus berada di dalam perlindungan keluarga yang memiliki kematangan emosi yang baik dan kondisi finansial yang memadai.
“Finansial ini problem sih. Secara logis ini memang harus di take over, saya enggak yakin istri Pak Indra ini hanya kehilangan suami, pasti punya problem kepribadian juga, harus di healing juga. Harus sesegara mungkin sehat secara finansial dan emosional. Supaya dikembalikan kondisi mentalnya, dibangun lagi love itu bagaimana, relationship, dan problem solving,” tutup Nisfie. (cr1/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
