
Ilustrasi
JawaPos.com - Rekapitulasi hasil penghitungan suara secara berjenjang Pilgub DKI Jakarta, sudah selesai. Hasil di KPU DKI yang ditetapkan 26 Februari itu mendapatkan hasil, paslon nomor urut satu 17,07 persen, nomor urut dua 42,99 persen, dan paslon nomor urut tiga 39,95 persen.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno memimpin langsung penetapan rapat pleno penetapan pasangan cahub-cawagub putaran kedua Pilgub DKI. "Putaran pertama selesai dengan berbagai dinamikanya,” ujar dia, Sabtu (4/3) malam, dalam acara Rapat Pleno Penetapan Putaran Kedua Pilkada DKI Jakarta.
Ketiga paslon, sambung Sumarno, tidak ada yang meraih suara lebih dari 50 persen. Sebab untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur terpilih berdasarkan UU No 29/2007 tentang Ibukota DKI Jakarta.
“Maka kita pastikan Pilkada DKI berlangsung dua putaran. Saya juga mengapresiasi warga Jakarta karena tingkat pastisipasi tinggi dibanding tahun Pilkada 2007, Pilkada 2012 dan Pemilu 2014. Ini paling tinggi. Kerja keras semua pihak,” tandas Sumarno.
Di putaran pertama, SDM yang dimiliki seluruh jajaran terkait dengan pelaksanaan Pilgub DKi harus dievaluasi. Mulai dari tingkat provinsi, kota, kecamatan, kelurahan hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Terkait dengan daftar pemilih, sambung Sumarno, juga akan dilakukan penyempurnaan. "Ini menjadi hal serius untuk penyempurnaan putaran dua, kami memastikan seluruh warga DKI Jakarta bisa memilih. Hak konstitusional mereka (pemilih) bisa difasilitasi," tegas dia.
Perihal SK KPU DKI tentang pedoman pelaksanaan pemilihan gubernur-wagub putaran dua, kata Surmarno, akan dilaksanakan sosialisasi ke kedua tim sukses yang bertarung di putaran kedua. "Diatur tahapan program dan jadwal, penyempurnaan daftar pemilih, diatur pemungutan suara, penghitungan suara serta rekapitulasi hasil penghitungan suara," pungkas Sumarno.
Sementara itu, Anggota KPU DKI Muhammad Sidik mengatakan, rapat pleno penetapan cagub-cawagub tidak wajib dihadiri paslon. "Tidak datang tidak apa. Karena itu SK penetapan kita berikan kepada tim sukses yang memakilinya," tutur dia.
Seperti diketahui, pada hari penetapan putaran kedua, pasangan Ahok-Djarot memilih hengkang dari lokasi acara dengan alasan pelaksanaan kegiatan molor. (rul/dai/yuz/JPG)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
