Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 September 2017 | 05.10 WIB

Pasaraya Manggarai dan Roxy Square Sepi, Pedagang Coba Bisnis Online

Suasana di lantai 2 Pasaraya Manggarai. Produk Pasaraya yang kurang diminati pengunjung. - Image

Suasana di lantai 2 Pasaraya Manggarai. Produk Pasaraya yang kurang diminati pengunjung.

JawaPos.com - Pasaraya Manggarai kian sepi pengunjung, meski saat ini sedang berlangsung cuci gudang dengan diskon yang menggiurkan. Penjualan barang dengan harga merosot tersebut dilakukan Matahari Departemen Store (MDS) sejak Jumat (15/9) lalu.


Pantauan JawaPos.com, hanya tiga lantai gerai Matahari saja yang dipadati pengunjung. Masyarakat beramai-ramai memburu barang yang diberi label potongan harga mulai dari 20-75 persen.


Berbagai jenis produk seperti baju, tas, sepatu dan aksesoris lainnya laku terjual, sebagian juga habis tak tersisa. Produk yang paling cepat dikerumuni pengunjung, yakni tas dan sepatu.


Pasalnya, pada hari biasa tanpa diskon, keduanya dibandrol harga yang cukup tinggi. Maka, masyarakat rela datang dari luar Jakarta bersemangat memanfaatkan momen turun harga itu.


Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan lantai-lantai selanjutnya yang diisi produk dari brand Pasaraya sendiri tidak diminati pengunjung. Bahkan, lantai paling atas yang merupakan area playground atau taman bermain anak-anak, pengunjungnya dapat dihitung dengan jari.


JawaPos.com bertanya kepada pegawai tenant area yang disebut Pasya Corner itu. Dia mengaku, setiap hari hanya mampu menjual 20 tiket saja.


"Memang selalu sepi, weekend aja paling cuma 20-an tiket. Tapi fasilitas masih lengkap," ujar pegawai yang tak ingin menyebutkan namanya itu, Selasa (19/9).


Semakin tahun, semakin banyak mal yang sepi pengunjung. Selain Pasaraya Manggarai, JawaPos.com menyusuri mal yang mulai ditinggalkan warga Jakarta lainnya, seperti Roxy Square.


Meski lokasinya berdekatan dengan ITC Roxy, keadaan di dalamnya jauh berbeda. Sejak memasuki pintu utama Roxy Square, terasa begitu hening, tanpa musik ataupun suara layaknya tempat perbelanjaan.


Pandangan mata JawaPos.com, banyak toko-toko yang ditutup dengan rolling door. Hal itu menandakan tidak ada lagi aktivitas yang berlangsung. Kemungkinan lain, toko-toko tersebut sedang tutup dan akan kembali buka dalam beberapa hari.


Salah satu penjaga toko kacamata, Feri menuturkan, pengunjung yang datang ke mal sudaj jarang. Terlebih lagi untuk melakukan transaksi jual beli. "Pengunjung saja jarang, gimana pembeli," tandasnya kepada JawaPos.com, Selasa (19/9).


Kendati demikian, para pedagang menyiasatinya dengan memulai usaha online. Mereka menjual barang yang sama dengan di tokonya.


Feri mengaku, strategi tersebut mampu mendongkrak peluang bisnisnya. "Pendapatan lumayan (dari online). Gak capek juga dari pada bengong di sini," pungkas dia.


Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore