
Suasana di lantai 2 Pasaraya Manggarai. Produk Pasaraya yang kurang diminati pengunjung.
JawaPos.com - Pasaraya Manggarai kian sepi pengunjung, meski saat ini sedang berlangsung cuci gudang dengan diskon yang menggiurkan. Penjualan barang dengan harga merosot tersebut dilakukan Matahari Departemen Store (MDS) sejak Jumat (15/9) lalu.
Pantauan JawaPos.com, hanya tiga lantai gerai Matahari saja yang dipadati pengunjung. Masyarakat beramai-ramai memburu barang yang diberi label potongan harga mulai dari 20-75 persen.
Berbagai jenis produk seperti baju, tas, sepatu dan aksesoris lainnya laku terjual, sebagian juga habis tak tersisa. Produk yang paling cepat dikerumuni pengunjung, yakni tas dan sepatu.
Pasalnya, pada hari biasa tanpa diskon, keduanya dibandrol harga yang cukup tinggi. Maka, masyarakat rela datang dari luar Jakarta bersemangat memanfaatkan momen turun harga itu.
Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan lantai-lantai selanjutnya yang diisi produk dari brand Pasaraya sendiri tidak diminati pengunjung. Bahkan, lantai paling atas yang merupakan area playground atau taman bermain anak-anak, pengunjungnya dapat dihitung dengan jari.
JawaPos.com bertanya kepada pegawai tenant area yang disebut Pasya Corner itu. Dia mengaku, setiap hari hanya mampu menjual 20 tiket saja.
"Memang selalu sepi, weekend aja paling cuma 20-an tiket. Tapi fasilitas masih lengkap," ujar pegawai yang tak ingin menyebutkan namanya itu, Selasa (19/9).
Semakin tahun, semakin banyak mal yang sepi pengunjung. Selain Pasaraya Manggarai, JawaPos.com menyusuri mal yang mulai ditinggalkan warga Jakarta lainnya, seperti Roxy Square.
Meski lokasinya berdekatan dengan ITC Roxy, keadaan di dalamnya jauh berbeda. Sejak memasuki pintu utama Roxy Square, terasa begitu hening, tanpa musik ataupun suara layaknya tempat perbelanjaan.
Pandangan mata JawaPos.com, banyak toko-toko yang ditutup dengan rolling door. Hal itu menandakan tidak ada lagi aktivitas yang berlangsung. Kemungkinan lain, toko-toko tersebut sedang tutup dan akan kembali buka dalam beberapa hari.
Salah satu penjaga toko kacamata, Feri menuturkan, pengunjung yang datang ke mal sudaj jarang. Terlebih lagi untuk melakukan transaksi jual beli. "Pengunjung saja jarang, gimana pembeli," tandasnya kepada JawaPos.com, Selasa (19/9).
Kendati demikian, para pedagang menyiasatinya dengan memulai usaha online. Mereka menjual barang yang sama dengan di tokonya.
Feri mengaku, strategi tersebut mampu mendongkrak peluang bisnisnya. "Pendapatan lumayan (dari online). Gak capek juga dari pada bengong di sini," pungkas dia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
