Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 September 2017 | 04.16 WIB

RS Mitra Keluarga Jelaskan Antara Ruang UGD dan PICU Tak Jauh Beda

Konferensi Pers yang digelar pihak Humas RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/9) - Image

Konferensi Pers yang digelar pihak Humas RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/9)

JawaPos.com - Pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden tewasnya bayi Debora. Pasalnya kematian bayi empat bulan itu diduga karena kurang sigapnya pelayanan dari rumah sakit tersebut.


RS Mitra Keluarga Kalideres lantas menuturkan prihal kasus kelalaian yang menyeret institusinya, termasuk urgensi ruang PICU dan ruang UGD.


Direktur Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, dr. Francisca Dewi dan Humas Rumah Sakit Mitra Keluarga Group, dr. Nendya Libriyani, mengungkapkan bahwa antara ruang UGD tempat Bayi Debora dirawat dan ruang PICU ada kesamaan.


"Jadi, setiap yang datang ke UGD kami itu dalam kondisi gawat darurat, pasti akan akan kami tangani, sama halnya dengan bayi Debora ini," terang Direktur Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, dr. Francisca Dewi di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/9).


Lanjut dia mengungkapkan, ruang UGD dan PICU adalah dua ruangan yang hampir sama. Yang membedakan hanya tempatnya saja.


"Penanganan di UGD itu sebenarnya secara standar tidak berbeda dengan PICU, yang berbeda hanya tempatnya. Kami punya peralatan juga sama sebenarnya. Dan UGD itu adalah untuk merawat kegawatan perawatan awal. Begitu perawatan awal stabil, baru diarahkan ke PICU," urai dia.


"Jadi, pertanyaan apakah misalnya enam jam (waktu selama Debora menunggu) cukup atau tidak, kami melihat kestabilan dari pasien. Setelah pasien stabil untuk pemindahan, itu kami bisa lakukan," sambung dia.


Di kesempatan yang sama, Nendya mengatakan bahwa ruang PICU yang dibutuhkan oleh bayi Debora merupakan ruangan tahap lanjut setelah kegawatdaruratan.


"Ruang PICU itu merupakan tahap lanjut, rencana tahap lanjut yang dilakukan untuk anak Debora. Karena kita ketahui setiap pasien yang masuk UGD itu setelah teratasi masalah kegawatdaruratan, tidak seharusnya ditempatkan di ruang UGD dan itu perlu ditempatkan di ruang rawat inap," papar dia.


Kata dia hal itu berlaku untuk Debora ini. Namun pada nyatanya, Debora menghembuskan napas terakhir di UGD. "Nah, untuk tahap selanjutnya memerlukan perawatan PICU," terang dia.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore