Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Januari 2018 | 21.52 WIB

Berkunjung ke Monas, Jangan Lupa Bermain Bersama Puluhan Rusa Tutul

Puluhan rusa tutul di Taman Monas - Image

Puluhan rusa tutul di Taman Monas

Siang itu matahari masih tinggi di atas langit ibu kota. Namun tak menyulutkan niat masyarakat mengisi hari liburnya dengan berwisata ke tugu yang bermahkota lidah api dan dilapisi emas, Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.


Oleh: Yesika Dinta


Monas, tak asing lagi di telinga masyarakat Jakarta, bahkan Indonesia dan internasional. Tugu yang dibangun 57 tahun atau tepatnya pada 17 Agustus 1961 itu memang menjadi idaman untuk meluangkan waktu berekreasi bersama sanak keluarga ataupun kerabat.


Taman Monas yang terletak di pusat ibu kota, di kelilingi gedung-gedung yang tak kalah istimewa. Kawasan tersebut dinamakan ring satu, sebagai pusat pemerintahan tanah air. Di sisi utara, berhadapan langsung dengan Istana Kepresidenan, yakni Istana Merdeka dan Istana Negara. Sementara di sisi selatan, terletak gedung kantor Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta atau yang dikenal dengan Balai Kota.


Keistimewaan juga terlihat dengan adanya bangunan lain yang tak kalah bersejarah. Terletak beberapa ratus meter, masyarakat akan menemukan Masjid Istiqlal yang berseberangan juga dengan Gereja Katedral.


Kembali ke Monas, bangunan itu memperbolehkan masyarakat mendaki hingga ke puncak tertingginya. Namum sebelumnya, di dalam cawan, masyarakat akan ditakjubkan dengan diorama yang kental dengan masa-masa perjuangan bangsa Indonesia pada zamannya.


Dengan luas sekitar 80 hektar, masyarakat bukan hanya bisa menikmati rekreasi di area yang dilapisi rumput hijau dan ke dalam tugu Monas. Melainkan ada spot lain, misalnya Taman Rusa.


Terkadang, Taman Rusa luput dari perhatian sebagian besar pengunjung. Sebab tempatnya yang tersembunyi dan berada di pinggiran jauh dari Tugu Monas. Padahal, area Taman Rusa dihuni puluhan rusa tutul, yang saat awal pengadaannya baru terdapat 11 ekor saja.


Sekitar jam makan siang, rusa-rusa tak kalah lapar dengan pengunjung yang berada di kawasan Monas. Mereka yang masih tersebar dalam 5,2 hektar tamannya itu dalam sekejap berkumpul menjadi satu untuk makan siang.


Rupanya, cara mengumpulkan hewan yang dibawa dari Kantor Badan Intelijen Negara dan Taman Margasatwa Ragunan itu cukup unik. Dengan siulan manusia, hewan bertanduk panjang khas kendaraan santaclause itu pun mulai berlari kencang mendekati sumber suara.


"Siul-siul aja, nanti ngumpul. Di tengah sana biasanya banyak, di sini cuma keliatan satu atau dua," ujar salah satu petugas Unit Pengelola Teknis (UPT) Monas dengan seragam kuningnya kepada JawaPos.com saat itu.


Sempat tak percaya, namun benar saja, puluhan rusa berkerumun di satu tempat setelah mendengar siulan petugas lainnya.


Masyarakat yang didominasi orang tua bersama anak-anaknya langsung antusias menyapa rusa-rusa coklat bertutul putih itu. Tak jarang dari mereka juga berswafoto hingga memecah suasana sepi area pinggiran tugu Monas tersebut.


"Adek, kakak, foto dulu ya," kata seorang pengunjung dari Tambora yang membawa kedua anak sekitar umur 3 dan 5 tahun.


Menurutnya, mengunjungi Taman Rusa membuat anak-anaknya lebih teredukasi dibanding melihat Museum Sejarah Nasional di dalam cawan tugu karena si kecil yang belum begitu mengerti. "Masih kecil gini kan, lebih ngerti diajak lihat rusa, sekalian mengenalkan binatang," katanya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore