
Dokter penanggung jawab penyakit dalam RSUD dr. Soetomo, dr. Hermawan Susanto SpPd.
JawaPos.com - Kepolisian belum mengeluarkan data rinci terkait jumlah pasti korban miras oplosan di Surabaya hingga Kamis (26/4). Mereka masih menggali informasi dari sejumlah rumah sakit.
Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin meminta media jernih dalam memberitakan miras oplosan. Machfud berharap agar media tidak salah mengidentifikasi korban miras oplosan.
"Susah kalau sudah beberapa hari kemudian. Tidak bareng-bareng meninggal. Kemudian diidentifikasi bahwa ini miras. Siapa tahu kena penyakit lain. Paru-paru, jantung," ucap Machfud.
Terkait pernyataan itu, RSUD dr. Soetomo memberikan penjelasan dari sisi medis. Miras memang bisa memicu penyakit kronis.
Dokter penanggung jawab penyakit dalam RSUD dr. Soetomo dr. Hermawan Susanto SpPd memaparkan, pada dasarnya ada bermacam-macam jenis zat yang terkandung di dalam alkohol. "Tapi yang sering kita dengar itu etanol dan metanol. Metanol ini orang awam nyebutnya spiritus," papar Hermawan.
Metanol dan etanol memiliki aroma dan rasa yang sama. Metanol lebih banyak dipakai untuk industri. Namun banyak orang menyalahgunakannya untuk meracik miras oplosan. "Dua-duanya sama-sama racun," tambah Herman.
Hermawan melanjutkan, efek metanol lebih bahaya daripada etanol. Jika keracunan etanol cukup bisa segera dipulihkan dengan penanganan awal. Misalnya dengan meminum obat Namun jika mengkonsumsi metanol, bisa menimbulkan gejala-gejala berat. Mulai mata kabur, sakit kepala hebat, sesak nafas hingga step.
Untuk memasuki fase step bisa sampai rentang waktu 72 jam. "Ini yang kadang-kadang dipikir mabuk biasa. Sehingga terlambat dibawa," ungkap Hermawan.
Ada suatu kasus di mana korban diduga meminum etanol. Kemudian korban mengalami kegagalan organ failure. Sama seperti yang disebabkan metanol. Hal ini terjadi karena korban sudah memiliki riwayat penyakit lain.
Etanol sendiri bisa menyebabkan gangguan di liver. Liver diselimuti lemak, chirrhosis jika korbannya memang punya kelainan metabilis. "Alkohol adalah faktor risiko yang memperberat itu," tegasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
