
BUTUH CEPAT: Kontraktor melanjutkan proyek underpass bundaran Satelit setelah menerima duit dari para pengembang.
JawaPos.com – Proyek underpass pertama di bundaran Satelit mendapat tambahan dana Rp 6 miliar setelah Lebaran. Tambahan itu didapatkan dari sumbangan para pengembang. Dengan begitu, kontraktor pun bisa melanjutkan proyek yang progresnya masih sekitar 37 persen tersebut.
Akhir-akhir ini, kontraktor proyek, PT Pembangunan Perumahan (PP), memang menurunkan progres pengerjaan karena dana dari pengembang tidak kunjung cair. Pengerjaan yang perkembangannya bisa 2 persen setiap pekan pun menurun menjadi 1 persen.
Manajer Proyek PT Pembangunan Perumahan (PP) Saleh Hendro mengatakan bahwa tambahan dana tersebut dijanjikan turun setelah Lebaran. Tepatnya pada 3 Juli. Bagi pelaksana proyek, tentu hal itu menjadi kabar gembira. Jumlah pekerja bakal ditambah 85 orang. Terdiri atas, 25 karyawan dan 60 pekerja bangunan. "Selama ada dana, kami pasti kebut," kata pria asal Solo itu.
Dana tersebut bakal digunakan untuk menyelesaikan overpass yang sempat mandek. Bila duit itu ada, kontraktor tinggal menyambung jalan tersebut dari tol hingga Jalan Raya Kupang Indah.
Overpass dibangun untuk pengalihan lalu lintas. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan saat sisi barat dan timur bundaran nanti dikeruk. Pengerjaannya memakan waktu satu setengah bulan. "Awal September overpass sudah bisa digunakan," jelasnya.
Saleh menambahkan, dana Rp 6 miliar tersebut bakal mengerek progres pengerjaan hingga 10 persen. Saat ini dana yang dihimpun dari komitmen pengembang di wilayah Surabaya Barat itu mencapai Rp 38 miliar. Kebutuhan total mencapai Rp 74,8 miliar. Artinya, dana yang dibutuhkan masih kurang separo.
Ketua DPD REI Jawa Timur Happy Gunawarman mengungkapkan, saat ini sudah ada 12 pengembang yang ikut menyumbang. Sebanyak 12 pengembang lain juga sedang didekati. "Kami tidak bisa memaksa. Tapi, akan tetap kami dekati," ujarnya.
Waktu terus bergulir. Proyek dengan durasi 18 bulan tersebut ditargetkan selesai pada Juni 2018. Lalu, bagaimana bila uang tidak terkumpul? Tentu ada plan B. Namun, Happy belum mau membicarakannya. Sebab, saat ini dia masih optimistis dana bisa terkumpul. "Memang tidak bisa langsung banyak karena ini patungan," tambahnya.
Penggalangan dana bakal dioptimalkan. Setelah mentok, dia bakal meminta arahan dari pemkot. Menurut Happy, komunikasi sangat penting untuk mewujudkan proyek tersebut. Sebab, banyak stakeholder yang terlibat.
Proyek underpass pertama Surabaya itu memang sama sekali tidak memanfaatkan APBD. Seluruh pembiayaan berasal dari sumbangan pengembang. Sumbangan yang diberikan bakal dihitung sebagai kompensasi penyediaan sarana-prasarana dan utilitas yang seharusnya menjadi kewajiban para pengembang.
Para pekerja proyek kembali dikerahkan pada awal Juli. Sudah terlihat terowongan yang bakal digunakan sebagai penangkal kemacetan. Selain itu, 1.200 bore pile yang harus terpasang sudah tertanam hingga 70 persen. (sal/c7/git)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
