
Para tahanan yang kabur dari Mapolsek Tambaksari
JawaPos.com - Dua orang tahanan Polsek Tambaksari yang sempat kabur dan berhasil ditangkap kembali dihadiahi timah panas oleh polisi. M. Shohib dan Budi Sasmito terpaksa ditembak betisnya oleh polisi lantaran sempat lari ketika digrebek di tempat persembunyiannya.
Shohib yang ditangkap di Desa Alas Kembang, Kecamatan Burneh, Bangkalan Madura langsung mencoba lari begitu tim khusus datang. Di tengah kegelapan malam, dia tidak menuruti perintah petugas. Polisi sudah sempat memperingatkan dengan sekali tembakan ke udara. Namun, Shohib tidak menggubrisnya.
"Kami terpaksa ambil tindakan tegas tapi tetap terukur. Kami tidak ingin dia lolos untuk yang kedua kalinya," tegas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Kamis siang (20/4).
Hal yang sama juga dilakukan terhadap tersangka Budi. Kedua betis Budi ditembak oleh polisi. Dia sempat terlacak di kawasan Pasuruan. Polisi lantas mengejarnya hingga ke kawasan Pucang, Surabaya. Di sana, dia mau lari lagi.
Shinto menjelaskan, begitu kabur, Budi sempat nggandol truk bersama Salman (belum tertangkap, red). Setelah turun di Jalan Ahmad Yani, keduanya lantasnaik taksi ke Bungurasih. Budi lantas melanjutkan perjalanan ke Nganjuk untuk mengunjungi istri keduanya, Tri Jatiningsih. Sedangkan Salman, kabur ke Madura.
Polisi sendiri masih berusaha memburu Salman. Shinto menjelaskan bahwa pihaknya sedikit kesulitan untuk mengetahui keberadaannya. Pasalnya, dia memalsukan identitas. "Kami memang masih menyelidiki asal usul dia. Memang dia memberikan alamat palsu saat pertama kali ditangkap," tambah Shinto.
Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu melanjutkan, berdasar pengakuan Budi dan Shohib, rupanya Salman juga punya andil besar terhadap kaburnya tahanan itu. Selain Ryan, Salman juga ikut meyakinkan teman-temannya agar mau melarikan diri. "Dia bilang bahwa ada peluang untuk membengkokkan besi penjara yang ada di atas kamar mandi," ungkap Shinto.
Berdasar informasi seorang sumber internal kepolisian, Shohib mengakui bahwa dirinya diajak oleh Salman. Salman juga bercerita kepada Shohib dia memang sengaja memalsukan identitas. "Ngakunya agar keluarga tidak tahu bahwa dirinya masuk penjara. Dia tidak ingin keluarganya gaduh gara-gara tertangkap," beber sumber tersebut.
Polisi sendiri kembali memperingatkan kepada dua pelaku yang masih lolos agar menyerahkan diri. Dua tersangka yang berhasil ditangkap itu jadi bukti bahwa mereka tidak akan main-main memburu pelaku. (did)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
