
MENGASYIKKAN: Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira (dua dari kanan) ikut bermain ular tangga pada Selasa (14/2) bersama siswa SD Mentari Kasih.
JawaPos.com – Bukan hanya remaja yang menjadi perhatian Satlantas Polrestabes Surabaya. Anak-anak sekolah dasar (SD) pun tidak luput dari kampanye keselamatan berkendara. Selasa (14/2) road show Surabaya Smart Riding 2017 menyapa siswa-siswi SD Mentari Kasih.
Satlantas Polrestabes Surabaya, Yamaha, dan Jawa Pos mengemasnya melalui permainan. Untuk memperkenalkan peraturan lalu lintas, misalnya, disediakan permainan ular tangga raksasa. Alhasil, sosialisasi berjalan penuh keceriaan.
Wajah para murid SD Mentari Kasih terlihat semringah. Tawa lepas terdengar ketika mereka diajak bermain oleh polisi. Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira tidak ketinggalan ikut main. Dia berbaris menunggu giliran melempar dadu jumbo bersama tiga siswa yang bermain ular tangga. ’’Budaya tertib lalu lintas semestinya ditanamkan sejak anak-anak. Mereka polos, tapi kritis,’’ ujar Adewira.
Permainan ular tangga yang disediakan memang berbeda dengan model pada umumnya. Selain ukurannya besar, permainan tersebut dilengkapi pertanyaan seputar rambu-rambu lalu lintas. Misalnya, rambu larangan belok, putar balik, hingga larangan parkir. Jadi, setiap anak yang memijak kotak pertanyaan harus menjawab gambar rambu di situ. Kalau jawabannya benar, mereka bisa melanjutkan untuk kembali melempar dadu hingga mencapai kotak finis. ’’Seru main sama pak polisi. Polisinya tegas, terus diajari peraturan lalu lintas,’’ ucap Marvel John Theodorus.
Siswa kelas IV itu merasa senang bisa mendapatkan materi seputar lalu lintas. Dia berjanji selalu mengingat pesan-pesan yang disampaikan polisi. Marvel juga siap mengingatkan orang tuanya untuk selalu tertib berlalu lintas.
Bagi orang tua murid, road show juga memiliki arti penting. Terutama untuk mendidik anak-anak. Materi yang disampaikan Bripka Abdul Rouf itu diharapkan bisa menumbuhkan disiplin berlalu lintas bagi para siswa saat sudah mengendarai kendaraan bermotor kelak. Selain itu, orang tua punya bekal untuk mengajari putra-putrinya tidak membawa kendaraan sendiri sebelum berusia 17 tahun.
Merry Situmorang, orang tua murid yang ikut menyaksikan acara tersebut, menyatakan bahwa anaknya yang masih duduk di bangku kelas V belum bisa dan tidak boleh mengendarai kendaraan. Meski begitu, Merry berkomitmen terus menjaganya di jalan. ’’Sampai mahasiswa bakal saya antar terus kalau memang belum waktunya punya SIM,’’ tutur perempuan berusia 43 tahun tersebut.
Sementara itu, bagi pihak yayasan, sosialisasi juga bernilai penting. Selama ini murid yang bersekolah di sana memang mengutamakan budi pekerti. ’’Kami memang mengajarkan sopan santun. Termasuk sopan santun di jalan kalau mereka sudah boleh bawa kendaraan,’’ jelas Ketua Yayasan Mentari Kasih Hasan Oetomo.
Dia menuturkan, materi yang didapat dari polantas itu tidak lantas berhenti dengan berakhirnya road show. Sebab, guru-guru akan menindaklanjuti dengan mengajarkan kembali materi sosialisasi tersebut. (did/c14/fal/sep/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
